Heboh Banget

HEBOH BANGET Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ibu Korban Ingin Peluk Penganiaya Anaknya

Ibu dari santri Gontor yang tewas, asal Palembang, Sumatra Selatan, dianiaya ingin bisa menemui para pelaku hanya untuk menangis.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALEMBANG - Soimah, Ibu dari almarhum AM, yakni santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo yang tewas dianiaya, mengaku ingin bertemu dua pelaku penganiaya.

Diketahui, dua pelaku tersebut sudah diamankan polisi. Keluarga AM pun berharap agar kasus ini dapat diusut dengan tuntas.

Dikutip dari KOMPAS.com, Senin (12/9/2022), Soimah mengaku lega dengan ditangkapnya dua pelaku penyebab kematian puteranya beberapa waktu lalu.

Dia berharap polisi segera menuntaskan kasus penganiayaan yang menimpa sang anak.

“Alhamdulillah, sedikit lega dengan tertangkapnya dua tersangka. Semoga pihak kepolisian bisa mendalami penyebab kematian ini dan diusut tuntas sampai selesai,” kata Soimah (45), ibu AM, di Palembang, Sumatra Seelatan.

Dua pelaku tersebut adalah MFA (18) asal Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat dan IH (17) asal Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Keduanya sempat menjadi santri di Gontor, namun kemudian telah dikeluarkan.

Disinggung soal pelaku, Soimah mengaku ingin bertatap muka dengan keduanya.

Tak hanya itu, Soimah bahkan mengaku ingin memeluk kedua tersangka. Dirinya mungkin tak akan berbicara pada pelaku, melainkan hanya akan menangis.

“Pertama, ingin aku peluk mereka, benar-benar kupeluk kuat. Mungkin tidak bisa ngomong, cuma bisa menangis saja,” ungkap Soimah.

Diketahui, penetapan tersangka IH dan MFA berdasarkan alat bukti, termasuk hasil autopsi korban.

Selain itu juga, keterangan puluhan saksi mulai dari santri, dokter, perawat, bidan, hingga dokter forensik.

Penganiayaan AM dipicu hilang dan rusaknya sejumlah perlengkapan yang dipakai untuk Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). (TribunVideo.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved