Selebrita

Isi Bullyan ke Putri Delina Hingga Merasa Malu Jadi Anak Sule, Sempat Tolak Interaksi dengan Kamera

Ternyata Putri Delina sering diolok-olok teman-teman sekolah karena ketahuan sebagai anak komedian Sule

Editor: Edi Nugroho
IG:putridelinaa/Tribunjakarta.com
Putri Delina.  Putri Delina anak komedian Sule pernah malu sampai ke ujung kaki saat menjadi korban bullyan.v Ternyata Putri Delina sering diolok-olok teman-teman sekolah karena ketahuan sebagai anak komedian Sule. 

Namun bullyan tersebut tak membuat semangat Putri Delina luntur. Ia justru membuktikan bahwa dirinya mampu menunjukkan kualitas diri tanpa embel-embel ayahnya.

"Bisa lancar salah satunya karena dibully. Kayak ngerasa, 'Kok orang ngelihat Putri karena ayah. Lu jadi terkenal karena bapak lu'. Kayak gak bisa nih orang-orang mengenal Putri kayak begitu." tegas Putri Delina.

Kekasih Jeffry Reksa ini pun lantas menggali potensi dirinya dengan lebih berfokus pada bidang musik.

Pun kini Putri Delina mengaku bahagia dengan perubahannya yang sekarang jauh lebih baik.

"Putri nyoba nyanyi, tapi diam-diam, mulai dari situ kepikiran untuk kenapa nggak Putri share. Keluarga kan suka nyanyi, cuma Putri doang yang gak nunjukin. Sekarang happy dengan perubahan ini." lanjutnya.

Putri bahkan sampai meneteskan air mata kala mengingat jasa orang tuanya, Sule dan Lina Jubaedah yang telah membesarkannya dari kecil.

"Yang pasti sangat berjasa karena mereka yang membesarkan Putri dari kecil, mungkin yang dulu bandel banget terus bisa tahu cara menghadapi Putri, terus bisa dibilang juga apa ya,"
ucap Putri menangis.

"Kalau ngomongin orangtua tuh gak bisa berkata banyak karena mereka lah yang bisa sampai anak-anaknya di titik ini." tandas Putri Delina.

Selain itu Putri juga mengungkap dukungan dari keluarga terkait terkait karya dan langkahnya terjun di dunia entertainment.

Kenali Perilaku Bullying pada Anak-anak dan Cara Mengatasinya

Bullying atau dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan menjadi perundungan dijelaskan oleh American Psychological Association (APA) sebagai bentuk perilaku agresif yang berulang atau sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang tujuannya adalah untuk menyakiti seseorang atau membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Bentuk-bentuk bullying bisa berupa kontak fisik (seperti mendorong, memukul, ataupun menendang), perkataan (seperti hinaan dan pencemaran nama), dan sosial (seperti mengucilkan).

Dilansir dari data yang terdapat di situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada 37.381 kasus bullying yang terjadi di tahun 2011 sampai 2019, dari kasus-kasus tersebut 2.473 di antaranya terjadi dalam lingkungan pendidikan.

Untuk tahun 2021, telah terjadi sebanyak 1.138 kasus kekerasan fisik dan atau psikis pada anak. Di antara 1.138 kasus tersebut, terdapat 574 kasus kekerasan fisik pada anak dan terjadi 515 kasus kekerasan psikis pada anak.

Pada tahun 2018, Indonesia berada di posisi ke-5 dari 78 negara paling banyak dengan kasus murid yang mengalami bullying dengan persentase 41,1 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved