Selebrita

Isi Bullyan ke Putri Delina Hingga Merasa Malu Jadi Anak Sule, Sempat Tolak Interaksi dengan Kamera

Ternyata Putri Delina sering diolok-olok teman-teman sekolah karena ketahuan sebagai anak komedian Sule

Editor: Edi Nugroho
IG:putridelinaa/Tribunjakarta.com
Putri Delina.  Putri Delina anak komedian Sule pernah malu sampai ke ujung kaki saat menjadi korban bullyan.v Ternyata Putri Delina sering diolok-olok teman-teman sekolah karena ketahuan sebagai anak komedian Sule. 

Di lingkungan pendidikan yang dominan pelaku bullying adalah tenaga pendidik, mereka merasa ada wewenang atau otoritas yang memungkinkan untuk disalahgunakan yang tidak dimiliki oleh anak didiknya, menjadikan salah satu alasan mengapa bullying tersebut bisa terjadi.

Baca juga: Undip Buka Jalur UM 2022, Pendaftaran hingga 20 Juni 2022

Selain itu terdapat kasus bullying antar sesama murid berupa senioritas, mereka yang duduk di kelas lebih tinggi merasa perlu dihormati oleh adik kelasnya dan merasa memiliki wewenang yang lebih karena mereka adalah senior.
Di mana terjadi bullying?

Secara umum kasus bullying memiliki potensi untuk terjadi dimanapun kegiatan sosial berada baik itu tempat kerja, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Sedangkan untuk kasus khusus seperti bullying pada anak lebih sering kali terjadi di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang seumuran.
Bagaimana kondisi korban bullying?

Korban dari perilaku bullying mampu merasakan dampak yang beragam dari pelaku bullying, baik itu fisik, sosial, maupun psikis.

Perilaku tersangka bullying dapat memberikan dampak fisik kepada korban berupa mendorong, meludahi, menendang, dan memukul.

Perilaku-perilaku ini mengakibatkan fisik korban menjadi terluka seperti tumbuh memar hingga luka darah.

Selain itu, mereka yang melakukan perilaku bullying juga berpotensi melukai korban melalui perilaku verbal seperti mencaci maki, menghina, mengejek, menteror, menakut-nakuti, serta mengancam.

Selanjutnya, tersangka bullying juga mampu untuk melukai korban melalui perilaku sosial seperti mengucilkan dan menjauhkan korban.

Dampak dari perilaku-perilaku ini mampu memberikan korban perasaan takut, minder, cemas, tidak percaya diri, hingga prestasi belajar yang rendah.
Bagaimana cara mengatasi bullying?

Perilaku bullying mampu diatasi, dicegah, dan dikurangi dengan beragam cara. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Kembangkan sikap asertif

Pelaku-pelaku tindak bullying cenderung merasa dirinya lebih berkuasa dan memiliki wewenang lebih dari yang mereka anggap lemah dan tidak mampu melawan.

Dengan memiliki sikap asertif, maka para korban bullying berpotensi untuk mengurangi dan mengatasi adanya perilaku bullying.

Bersikap asertif adalah dengan berani mengatakan secara terus terang dan jujur sesuai dengan kata hati. Bersikap asertif bisa lakukan oleh siapapun baik muda maupun tua, laki maupun perempuan.

Bersikap asertif setiap saat adalah hal yang baik, bersikap asertif juga bisa ketika menghadapi kondisi ataupun situasi yang mengancam hidupnya seperti diancam ataupun diperlakukan buruk oleh orang lain.

Dengan seseorang bersikap asertif, orang tersebut mampu menjaga harga dirinya agar tidak mudah untuk diremehkan atau direndahkan oleh orang lain.

Untuk bisa bersikap asertif, bisa dilakukan dari hal kecil seperti mengatakan tidak jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehidupan.

2. Berani melawan

Tersangka bullying akan menindas mereka yang dirasa harga dirinya lebih rendah dan lemah.

Para korban bullying yang tidak mampu atau mau untuk berkata tidak atau salah pada perilaku bullying dan melawan, membuat tersangka bullying merasa terbuktikan bahwa yang mereka memiliki otoritias maupun kekuasaan yang lebih tinggi daripada korban.

Untuk bisa mengatasi dan mencegah perilaku bullying yang terjadi, mereka yang berpotensi menjadi korban dan korban itu sendiri harus menjaga harga diri dengan tinggi.

Dengan menjunjung tinggi harga diri seperti berperilaku mengatakan bahwa bullying itu salah dan mau melawan atau menentang perilaku yang dilakukan oleh pelaku bullying, mereka akan mengurangi potensi bullying yang akan terjadi dan menenukan resolusi damai bagi korban dan pelaku.

3. Tumbuhkan rasa belas kasihan

Seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindak bullying tidak memiliki empati apa yang korban bullying rasakan, dampaknya terjadilah perilaku bullying.

Dengan menumbuhkan rasa empati apa yang dirasakan oleh orang lain, maka seseorang atau sekelompok orang akan akan akan memikirkan kembali perilaku buruk yang akan mereka lakukan.

Korban bullying juga mampu untuk menumbuhkan rasa belas kasihan pada tersangka bullying dengan memahami apa yang menjadi penyebab utama pelaku melakukan tindakan dan merasa memiliki lebih baik daripada korban.

Mungkin dengan memahami latar belakang terjadinya perilaku perundungan (seperti ada masalah keluarga atau individu itu sendiri), korban mampu menemui resolusi damai dengan pelaku dan memaafkan perilaku orang atau sekelompok orang yang melakukan bullying tersebut.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA mengatakan bahwa setiap orang berhak untuk melaporkan tindak kekerasan pada anak dengan menelpon ke nomor 129 atau nomor WhatsApp layanan pengaduan SAPA 192 di 09111129129.

Layanan tersebut menyediakan layanan berupa penerimaan aduan, pengelolaan kasus, penjangkauan korban, pendampingan korban, dan mediasi penempatan korban di rumah aman. Kemudian, layanan ini juga bersifat rahasia dan tidak dipungut biaya apapun.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Cerita Pahit Putri Delina Kerap Dibully Saat SMP, Sempat Akui Malu Jadi Anak Sule : Putri Belum Siap,

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved