Selebrita

Keadaan Asli Rumah Tangga Roro Fitria dan Andre Irawan Disorot, Isu Bubar Pun Akhirnya Terjawab

Kehidupan rumah tangga artis Roro Fitria dan Andre Irawan mendadak jadi sorotan. Kini isu rumah tangga mereka bubar pun akhirnya terjawab.

Editor: Murhan
Youtube Indosiar
Roro Fitria dan Andri Irawan. Kini terjawab isu jika rumah tangga mereka terancam bubar. 

Sedangkan, masalah yang lebih intens bisa disebabkan oleh orangtua, pelecehan, atau trauma antargenerasi.

Masalah keluarga jika dibiarkan bisa menimbulkan stres dan ketegangan, yang pada akhirnya berdampak negatif bagi anggota keluarga, terutama untuk anak kecil yang terlibat.

1. Kepribadian toxic

Annette Nuñez, seorang psikoterapis menerangkan, ada kemungkinan kepribadian yang bentrok dalam keluarga.

Misalnya, perbedaan antarsaudara kandung atau anak dengan salah satu atau kedua orangtuanya.

Tapi, Spineli mengingatkan bentrokan kepribadian bisa diperparah jika berhadapan dengan seseorang yang narsis atau toxic.

2. Komunikasi yang buruk

Nuñez dan Spinelli sama-sama mencatat, kurangnya komunikasi yang terbuka dan sehat adalah akar dari banyak masalah keluarga.

Jika seseorang sulit berbicara dengan salah satu atau beberapa anggota keluarga, Spinelli menduga masalah komunikasi adalah biangnya.

3. Tekanan berat dari orangtua

Perfeksionisme dalam keluarga memiliki efek yang buruk bagi anak-anak dan harga diri mereka.

Nuñez mengatakan, ketika orangtua mempermalukan atau mendikte perasaan atau perilaku anak-anak, ini bisa mengurangi kemampuan mereka untuk tumbuh sebagai individu.

"Orangtua memang perlu memiliki beberapa batasan tetapi tidak ketika sampai pada titik di mana itu melecehkan secara emosional," ujar dia.

4. Pola pengasuhan yang berbeda

Salah satu rintangan terbesar yang dihadapi pasangan saat mengasuh anak adalah mencari tahu bagaimana menggabungkan gaya pengasuhan dengan cara yang efektif.

"Ini dapat menyebabkan banyak ketegangan ketika orang tua tidak berada di halaman yang sama dengan mengasuh anak," kata Nuñez.

Dan jika mereka berurusan dengan keluarga besar, Spinelli menambahkan, masukan dari mertua soal pola mengasuh anak juga dapat menyebabkan beberapa masalah.

5. Uang

Uang sering menjadi sumber masalah, terutama di dalam keluarga. Begitu banyak keluarga yang menghadapi masalah keuangan dan pekerjaan.

Spinelli menyampaikan, masalah uang dapat mencakup siapa orang tua yang harus bekerja, tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi butuhan, hingga kemiskinan.

Uang menyentuh sebagian besar dari kehidupan manusia. Dan, jika tidak diatur dengan baik efeknya akan terasa dalam keluarga mana pun.
6. Mengelola rumah tangga

Nuñez menyebut masalah keluarga lainnya bisa dipicu oleh tidak seimbangnya tugas dalam keluarga.

Harus ada pembagian tugas yang jelas dalam mengatur rumah dan anak seharusnya dididik secara adil sesuai usia untuk mengurus diri mereka sendiri.

7. Masalah kesehatan mental

Keluarga harmonis bisa retak apabila salah satu anggota keluarga memiliki masalah kesehatan mental.

Selain harus ditangani secara tepat, masalah ini sebaiknya dibicarakan secara terbuka dan jujur.

"Jika orangtua menyembunyikan penyakit mental atau jenis penyalahgunaan zat apa pun dari seorang anak, anak-anak akan memahaminya," ucap Nuñez.

"Mereka menangkap isyarat nonverbal dari inkonsistensi, dan anak-anak memang membutuhkan konsistensi untuk memiliki fondasi keluarga yang kuat dan merasa aman," tambah dia.

8. Perdebatan

Merupakan hal yang lumrah bila dalam keluarga terjadi perdebatan. Tapi, jika terjadi terus menerus, ini tanda hubungan tidak sehat.

"Beberapa orang tidak menyadari bahwa pertengkaran yang terus-menerus sebenarnya adalah masalah, karenamereka sudah terbiasa," jelas Spinelli.

"Mereka tidak menyadari bahwa ketika ada teriakan dalam pertengkaran, itu sebenarnya menciptakan stres dan ketegangan."

9. Perceraian

Kebahagiaan dalam keluarga bisa buyar karena keinginan bercerai.

"Kita akan terkejut betapa banyak orang yang belum memproses perceraian dalam keluarga," kata Spinelli.

"Itu benar-benar memengaruhi cara melihat hubungan dan membuat ketakutan dalam hubungan, dan seringkali orang bahkan tidak membicarakannya di dalam keluarga," sambung dia.

10. Jarak

Meskipun sulit untuk dihindari, jarak dalam keluarga dapat menyebabkan banyak masalah.

Misalnya, menjelang hari raya, sering kali terjadi pertengkaran seputar siapa keluarga yang harus dikunjungi.

11. Ketergantungan bersama

Kodependensi bukanlah hal yag baik dalam keluarga. Orang yang mengalaminya cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain daripada dirinya sediri.

Spinelli menyampaikan, semakin banyak keterikatan yang ditemukan dalam keluarga, semakin banyak anggota keluarga yang kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.

12. Rutinitas

Rutinitas yang padat hingga membuat salah satu anggota keluarga tidak memiliki waktu bagi keluarganya bisa menjadi masalah.

13. Trauma antargenerasi

Trauma antargenerasi adalah masalah keluarga besar yang seringkali tidak terselesaikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Spinelli, jika generasi masa lalu mengalami hal-hal seperti kemiskinan ekstrem, trauma rasial, kematian mendadak, kecanduan, masalah kesehatan mental, dan banyak lagi, semua itu dapat diturunkan ke generasi selanjutnya.

"Jika sesuatu telah terjadi pada generasi sebelumnya, dan anggota keluarga itu tidak pernah menanganinya, pertarungan atau pelarian itu dan apa yang mereka alami akan merembes ke anggota keluarga lainnya," kata Spinelli.

Baca juga: Aksi Saling Pukul Raffi Ahmad dan Rafathar Picu Kekhawatiran Baim Wong, Kiano Dapat Peringatan

Baca juga: Uang Bulanan Pedangdut Nassar untuk Falhan Abssar Diungkap Muzdalifah, Fadel Islami Tak Repot

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul CEKCOK Besar! Rumah Tangga Roro Fitria Sudah Lama Bermasalah, Sebulan Nikah Sudah Cemburuan: Diam

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved