Ekonomi dan Bisnis

Pasar Tungging Belitung Banjarmasin Layani Pembayaran Nontunai, Pengunjung Tinggal Scan Barcode

Proses transaksi pembayaran di Pasar Tungging Belitung sudah menggunakan non tunai. Pembeli cukup scan barcode

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasin Post/Muhammad Syaiful Riki
Pengunjung melakukan scan QRIS di Pasar Tungging Belitung Banjarmasin, Rabu (14/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aktivitas jual beli di Pasar Tungging Belitung, Kuin Cerucuk, Banjarmasin pada Rabu (14/9/2022) tampak tak biasa. 

Proses transaksi pembayaran di pasar setempat sudah mulai menggunakan nontunai. Pembeli cukup melakukan scan barcode  yang terpasang di tiap kios pedagang.

“Keren, pasar tradisional sekarang sudah bisa bayar digital. Sangat membantu apabila pengunjung tidak membawa uang,” kata Surianur, pengunjung asal Teluk Tiram.

Kemudahan sistem pembayaran digital juga diakui pedagang pakaian di Pasar Belitung, Ahmad Ilham.

Baca juga: Sudah 8 Pasar di Kalsel Terapkan QRIS, Lebihi Target Perwakilan Bank Indonesia Kalsel

Baca juga: Pasar Murah Telur di Pusat Kuliner Mabuun Tabalong, Transaksi Pakai QRIS Dapat Potongan Harga

Baca juga: Nasabah BSI Sudah Bisa Gunakan QRIS  di Thailand

Ia merasa selama selama ini banyak pengunjung yang sering kelupaan membawa uang cash.

“Kadang-kadang ada pengunjung yang tidak bawa uang tunai, sehingga harus menarik dulu ke ATM. Ribet kan,” ujarnya.

Di samping itu, menurut Ahmad, pasar tradisional tetap harus mengikuti perkembangan zaman. Terlebih, sekarang yang serba menggunakan digital.

Ahmad pun mengaku optimistis bahwa pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern.

Diketahui, aplikasi SIAP (Sehat Inovatif dan Aman Pakai) QRIS telah diluncurkan di Pasar Tungging Belitung, Kuin Cerucuk, Banjarmasin, Selasa (13/9/2022).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel.

Ibnu Sina berharap, keberadaan QRIS dapat diikuti 26 pasar tradisional lain yang ada di Banjarmasin. 

Hal tersebut agar memudahkan proses transaksi yang cepat dan efisien.

“Semoga pasar yang kita punya bisa mengikuti, sehingga QRIS ini menjadi salah satu jembatan bagi kita untuk menggeliatkan kembali roda ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: BRI Barabai Dukung SIAP QRIS di HST, Pembeli Cukup Pindai kode QRIS untuk Selesaikan Transaksi.

Namun dari pantauan Bpost pada Rabu (14/9/2022) sore, memang masih belum semua pedagang di pasar tradisional satu ini yang melayani pembayaran nontunai.

Masih ada beberapa kios pedagang yang hanya melayani pembayaran cash. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved