Berita Banjarbaru

Tidak Terima Diberhentikan sebagai Anggota Satpol PP, Maulida Minta Bantuan DPRD Banjarbaru

Noor Maulida Djayant tak terimma diberhentikan sebagai anggota Satpol PP Banjarbaru dan minta bantuan anggota DPRD untuk menyelesaikan.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seorang pegawai kontrak di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru, Noor Maulida Djayanti, terpaksa mendatangi anggota DPRD.

Dia didampingi ibunya meminta bantuan wakil rakyat untuk mendapatkan kejelasan atas pemberhentian dirinya, sebagai petugas administrasi umum pada Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan per 1 September 2022.

Perempuan yang sudah menjadi pegawai kontrak selama empat tahun ini, merasa diberhentikan secara sepihak dari pimpinan instansinya.

"Saya diberikan waktu untuk memperbaiki kinerja selama dua bulan belakangan ini. Selama masa itu, saya selalu masuk bekerja," katanya, Selasa (13/9/2022).

Maulida mengaku selama dua bulan dalam masa pengawasan, pernah tidak masuk bekerja selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Akhirnya, Kenaikan Tarif Dievaluasi PTAM Intan Banjar Setelah Pertemuan di Martapura Kalsel

Baca juga: Tinggal di Emperan Cempaka Raya Banjarmasin, Tunawisma Ini Lebam-lebam Dihajar Orang Tak Dikenal

Hal itu dkarena mengalami cedera akibat latihan judo. Dari prestasi olahraga inilah dia masuk menjadi personel Satpol PP.

"Saya tidak masuk karena sakit pada Agustus lalu. Keterangan saya sakit, dilengkapi dengan surat dokter," jelasnya.

Dia sangat menyesalkan pemberhentiannya tersebut, lantaran mendekati masa pemberkasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Saya hanya ingin meminta keterangan dari Satpol PP kenapa kontrak tidak diperpanjang. Masa, dekat dengan pemberkasan, saya diberhentikan," ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Satpol PP Kota Banjarbaru, Subhan, membantah bahwa pihaknya memberhentikan secara sepihak.

Baca juga: Sidang Lanjutan Sengketa Perpindahan Ibu Kota Kalsel, Ahli dan Saksi Beberkan Ini

Baca juga: Kasus 2 Bayi Dibuang di Astambul dan Mataraman Kabupaten Banjar Kalsel Masih Diselidiki Polisi

Baca juga: Kasus 2 Bayi Dibuang di Astambul dan Mataraman Kabupaten Banjar Kalsel Masih Diselidiki Polisi

Dia menjelaskan, Maulida memang diberi waktu selama dua bulan untuk memperbaiki kinerjanya.

Kemudian sebelum adanya masa perbaikan kinerja, Subhan melanjutkan, pihaknya sudah memberikan teguran berupa surat peringatan ke 1, 2 hingga 3.

"Sebelumnya sudah ada peringatan sampai 3 kali, tetapi tidak kami beri tindakan. Kami juga berupaya memberikan waktu untuk yang bersangkutan memperbaiki kinerjanya. Namun hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan," jelasnya.

Berkaitan dengan pemberhentian yang mendekati masa pemberkasan PPPK, Subhan juga menyesalkan hal tersebut.

Namun menurutnya, demi kepentingan instansi, tindakan tersebut sudah tepat untuk dilakukan.

Baca juga: Bus Banjarbakula Setop Layani Koridor 1 Banjarbaru, Penumpang Banjarmasin Keluar Biaya Lebih

Baca juga: Aksi Damai Sopir Angkot di Banjarbaru, Tuntut BRT Setop Angkut Penumpang di Pasar Sekumpul

"Kalai tidak ditindak, nanti menjadi kecemburan di dalam instansi Satpol PP," terang Subhan.

Kemudian, Subhan juga mengungkapkan, ada pula beberapa personel lainnya yang diberikan waktu untuk memperbaiki kinerja.

"Ada juga personel lainnya yang sudah diberikan teguran dan waktu untuk memperbaiki kinerja. Jadi, bukan dia sendiri," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved