Ekonomi dan Bisnis

VIDEO Pembahasan Energi Terbarukan Digelar di Banjarmasin, PLN Sumbang 30 MW di Kalsel

Manajemen PT PLN di Kalselteng dan Pemprov Kalsel gelar diskusi di Banjarmasin mengenai upaya Energi Baru Terbarukan (EBT) mengganti energi batu bara.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Energi dari batu bara secara perlahan akan digantikan dengan energi terbarukan.

Kini, PLN melakukan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Total potensi daya konversi se-Indonesia sebesar 2 gigawatt (GW). 

Secara nasional, program tersebut sudah berjalan sejak 2020. Data terakhir total kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 7.954 MW atau 12.6 persen dari target 17.110 MW atau 23 persen pada 2025.

Sedangkan di Kalimantan Selatan (Kalsel), PLN Kalselteng telah menyusun rencana untuk mendukung program nasional itu.

Di antaranya, PLN UIW Kalselteng sudah melakukan konversi 11 PLTD pada desa-desa yang tersebar di Provinsi Kalsel dan Kalteng untuk menggunakan PLTS.

Baca juga: Tim Dispersip Kalimantan Selatan Sambangi SDN 4 Angsau di Kota Pelaihari

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Pilkada, Oknum Bendahara Bawaslu Banjar Disidang di Tipikor Banjarmasin

Potensi daya konversinya sebesar 5.187 KW dan ditargetkan pada 2024 mencapai penuh 100 persen telah beralih dari PLTD menjadi menggunakan EBT.

"Kelistrikan di Kalselteng saat ini ditopang dari pembangkit EBT, salah satunya adalah PLTA Ir PM Noor kapasitas 30 MW yang ada di Kalimantan Selatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) SMM & MAS kapasitas 3.4 MW  yang ada di Kalimantan Tengah. Total kapasitas pembangkit EBT yang sudah ada adalah sekitar 40 MW. Ke depanya, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu  atau PLTB di Kabupaten Tanah Laut dengan kapasitas 70 MW, " urai Manager PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Arif Fikri, didampingi, Yekti Kurniawan, Manager Pembangkitan Pt PLN Persero UIW KSKT, Rabu (14/9/2022), dalam acara diskusi publik di Aston Banua Hotel. 

Sistem kelistrikan PT PLN Persero UIW KSTK saat ini sudah terinterkoneksi dengan kelistrikan Sistem Mahakam yang ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Total kapasitas cadangan daya menjadi 475 MW. 

Sehingga, lanjut Muhammad Arif Fikri, keperluan energi listrik guna mendukung kemajuan ekonomi di provinsi Kalsel dan Kalteng sangatlah cukup.

"PLN saat ini juga gencar mendorong transisi energi dengan Program Electrifying Lifestyle, yaitu perubahan  gaya hidup dengan menggunakan peralatan serba listrik yang bebas emisi, ramah lingkungan dan mudah untuk diketemukan sumber energinya," imbuhnya. 

Baca juga: Harga Sembako di Kabupaten Tanah Laut Belum Ikutan Naik Seperti BBM, Telur Justru Turun

Baca juga: Dua Kasus Tipikor di Tapin Memasuki Tahap Pemeriksaan Saksi dan Ahli

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved