Berita Balangan

Berdiri di Kawasan Terlarang, PKL di Samping Masjid Al Akbar Balangan Didatangi Satpol PP

PKL di Jalan A Yani samping Masjid Al Akbar Kabupaten Balangan didatangi Satpol PP karena berdiri di zona terlarang

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Kasatpol PP Balangan, Aspariah tegur pemilik warung yang berjualan di zona larangan di kawasan Masjid Al Akbar Balangan, Kamis (15/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Baru-baru ini sejumlah warung makan dan minuman berdiri pada zona larangan PKL di Jalan A Yani, samping Masjid Al Akbar Kabupaten Balangan. 

Beberapa di antaranya dibangun semi permanen menggunakan kayu dan beratap terpal. Serta tersedia pula kursi bagi pembeli. 

Keberadaan PKL ini mendapat teguran dari Satpol PP Kabupaten Balangan. Pasalnya area yang mereka gunakan adalah kawasan yang dilarang mendirikan warung secara permanen, Kamis (15/9/2022). 

Ada dua warung semi permanen yang berdiri di kawasan tersebut. Ada pula rombong minuman yang menyediakan meja dan tempat duduk. 

Baca juga: Terima BLT BBM dan Program Sembako, Warga Balangan Ini Manfaatkan Bantuan untuk Kebutuhan Sekolah

Baca juga: Eks Pasar Mungkur Uyam Jadi Sentral UMKM, Bupati Balangan Puji Produk UMKM yang Tersedia

Kasatpol PP Kabupaten Balangan, Aspariah secara langsung memberi teguran kepada para pedagang.

Mereka didatangi satu-persatu dan diinformasikan mengenai larangan adanya bangunan permanen yang membuat kawasan tersebut kumuh. 

Sumarsih, satu di antara sejumlah pedagang yang mendapat teguran. Meski menggunakan rombong gerobak yang bisa dipindah, ia juga menempatkan meja semi permanen disana. Sehingga tidak bisa dipindah. 

Mendengar arahan dari Aspariah bahwa tidak boleh adanya warung permanen, Sumarsih pun bingung akan pindah kemana. Apalagi gerobak yang ia gunakan mengalami kerusakan dan susah dipindah. 

Sumarsih juga sudah hampir setahun berjualan di kawasan Masjid Al Akbar Balangan. Namun karena adanya warung semi permanen disana, ia pun turut kena teguran. 

"Kata Satpol PP, bisa saja berjualan, tapi malam harus bersih tidak ada lagi gerobak atau lainnya disini," ucap Sumarsih. 

Meski begitu, ia pun berpikir untuk pindah lokasi karena tidak ingin kembali mendapat teguran serupa. Apalagi para PKL tersebut mendapatkan waktu hingga Minggu lusa untuk berjualan disana. Sehingga Senin (19/9/2022) sudah harus bersih. 

Baca juga: Rencana Perluasan RSUD Kabupaten Balangan, Lahan di Dekatnya Akan Dibebaskan

Pada giat peneguran ini pula, Satpol PP Kabupaten Balangan membawa satu unit rombong PKL yang tidak diketahui pemiliknya.

Apabila ingin mengambil, Aspariah menyampaikan pemilik bisa datang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Balangan untuk proses lebih lanjut. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved