Berita Banjarmasin

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Klaim Capaian BIAN Sudah di Atas 70 Persen

Kepala Dinkes Banjarmasin Dr M Ramadhan sebut program BIAN diperpanjang hingga akhir September 2022. Capaian di Banjarmasin di atas 70 persen.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di SDN Gedang 2 Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (30/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin kembali memperpanjang masa pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Program BIAN di Kota Seribu Sungai ini diterapkan pada 18 Mei 2022 hingga 18 Juni 2022 dengan target sebesar 149.035 anak dari Kemenkes dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF).

Namun ternyata untuk vaksinasi BIAN tersebut masih belum sesuai harapan, karena saat itu capaian vaksinasi baru menyentuh di angka sekitar 38 persen. 

Seiring hal ini, pencapaian di tingkat nasional pun juga masih minim sehingga pemerintah memperpanjang program ini hingga Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Alami Ban Pecah,  Truk Bermuatan Aki di Banjarbaru Terbalik 

Baca juga: Protes Kenaikan Harga BBM, Teriakan Pengecut Terlontar di Depan Gedung DPRD Kalsel

Baca juga: Dua Pelaku Jaringan Peredaran Sabu di Tabalong Kalsel Dibekuk, Penyuplai Utama Ditetapkan DPO

Meski waktu pelaksanaannya sudah diperpanjang, namun pencapaian nasional pun juga masih belum tercapai. Tak terkecuali di Banjarmasin. Hingga pemerintah kembali memperpanjang program ini.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Banjarmasin, capaian BIAN hingga Selasa (13/9) sebesar 47,30 persen dari target 149.035.

Kepala Dinkes Banjarmasin Dr M Ramadhan, membenarkan akan adanya perpanjangan masa pelaksanaan BIAN. Termasuk di Kota Banjarmasin.

"Sesuai dengan Surat Edaran dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Kemenkes, program BIAN diperpanjang hingga akhir September 2022 dan kami akan menyesuaikan," kata Ramadhan.

Baca juga: Bandar Narkoba di Desa Tapus Dalam HSU Kalsel Digerebek, Polisi Amankan 46 Paket Sabu dan Uang Tunai

Baca juga: Dua Warga Banjarmasin Terciduk Simpan Sabu, Satu Pelaku Sembunyikan di Balik Masker

Baca juga: Organda Larang BRT Angkut Penumpang di Pasar Sekumpul, Begini Respon Sopir Bus Biru di Banjarbaru

Jika mengacu pada data riil, menurut dia, untuk di Banjarmasin seharusnya capaian BIAN sudah di atas 70 persen.

Pasalnya, berdasarkan data riil dari puskesmas-puskesmas, yang menjadi target BIAN di Banjarmasin hanya 93.421. Sedangkan target dari Kementerian Kesehatan dan UNICEF adalah 149.035.

"Kalau berdasarkan data riil, capaian BIAN di Kota Banjarmasin sudah 75 persen. Sedangkan berdasarkan data dari Kemenkes dan Unicef, baru 47,30 persen saja," jelasnya.

Kemudian, Ramadhan juga membeberkan bahwa data target atau sasaran dari Kemenkes dan juga Unicef terlampau besar, karena diduga menggunakan data lama.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, M Ramadhan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, M Ramadhan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON)

"Karena data yang dipakai Kemenkes itu data sekitar tiga tahun yang lalu sudah disampaikan. Sementara jumlah penduduk di Banjarmasin sudah berkurang karena ada yang pindah domisili, misalnya ke Kabupaten Batola, Kabupaten Banjar dan sebagainya," katanya.

Terkait hal ini pula, lanjut Kepala Dinkes Ramadhan, tak semua target bisa dilakukan vaksinasi BIAN.

"Karena banyak juga yang domisilinya di luar Banjarmasin, dan tentu kita tidak bisa menjangkau. Hanya alamat KTP nya saja masih di Banjarmasin, padahal sudah berpindah domisili sehingga kita juga sulit menjangkau," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved