Berita Banjarmasin

Harga BBM Bersubsidi Naik, Tarif Angkutan Kota di Banjarmasin Masih Normal

Meski harga BBM bersubsdi sudah naik, namun kenaikan BBM ini belum berpengaruh pada ongkos angkutan kota di Kota Banjarmasin

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/noor masrida
Suasana angkutan kota di terminal Pasar Sentra Antasari, Kota Banjarmasin, Kamis (15/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski harga Bahan Bakar Minyak(BBM) bersubsdi sudah naik, namun kenaikan BBM ini belum berpengaruh pada ongkos angkutan kota di Kota Banjarmasin.

Seperti yang jadi pantauan di Terminal Antasari Banjarmasin, beberapa supir mengaku belum menaikkan tarif angkutan. 

Dengan rute dalam kota baik dekat maupun jauh, tarif angkot masih berkisar di angka Rp 5 ribu per orang. 

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Terminal Antasari Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Mahyudin Noor, Kamis (15/9/2022). 

Baca juga: Organda Kalsel Naikkan Tarif Angkutan Umum 27 Persen, Pasrah Kenaikan BBM Bersubsidi

Baca juga: Harga BBM Naik, Nelayan Banjarmasin Sebut Biaya Operasional Melambung

Baca juga: BBM Bersubsidi Naik, Tarif Feri Penyeberangan di Batola Turut Terkerek

Ada puluhan unit angkutan kota yang beroperasi di sana yang terkadang keberangkatannya melayani dari carteran dan per orang. 

"Dari pantauan kami, tarif angkutan kota di sini masih Rp 5 ribu, dan belum ada perubahan yang signifikan walau ada perubahan di harga bahan bakar," kata Mahyudin Noor. 

Jikapun akan ada kenaikan tarif angkutan kota, lanjut Mahyudin, maka nantinya para pengemudi angkutan kota akan berkoordinasi dengan pengurus terlebih dahulu. 

Angkutan umum di terminal ini biasanya melayani rute tujuan Pasar lima, Jalan S. Parman, Jalan Belitung Darat, Jalan Brigjen H Hasan Basri atau Kayu Tangi Banjarmasin, Terminal km 6, dan lain-lain. 

Yahya (52), seorang supir angkot yang mengaku tarif angkutan masih normal. 

"Masih lima ribu rupiah," ucap Yahya. 

Meski harga BBM bersubsidi sudah naik sedang beberapa waktu lalu, dia bersama beberapa supir lainnya pun pasrah. 

"Kan tidak bisa langsung menaikkan sepihak, harus ada persetujuan yang lain juga," aku Yahya. 

Dalam waktu dekat pun belum ada informasi akan adanya kenaikan tarif angkutan kota. 

Imbasnya, dalam sehari ia hanya dapat membawa sepuluh penumpang dan tak jarang pula hanya satu sampai dua orang saja. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved