Listrik 450 VA

Listrik 450 VA Untuk Masyarakat Miskin Akan Dihapus? Ini Kata Pemerintah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah akan ada penghapusan daya 450 VA untuk masyarakat miskin dandiganti dengan 900 VA

Editor: Irfani Rahman
Pixaby
Ilsutrasi Meteran Listrik PLN. Pemerintah buka suara soal kabar daya 450 VA untuk masyarakat miskin akan diganti dengan 900 VA 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beredar kabar bahwa listrik dengan daya 450 volt ampere (VA) akan dihapus. Pemerintah pun buka suara mengenai adanya kabar tersebut.

Baru-baru ini ada kabar bahwa listrik untuk masyarakat miskin dengan daya 450 VA akan digantikan dengan 900 VA.

Atas kabar tersebut pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara.

"Hari ini kami mengeluarkan rilis bahwa tidak ada penghapusan 450 VA, itu tidak ada," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dikutip dari Antara, Kamis (15/9/2022).

Dadan menjelaskan pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah hanya bersifat usulan yang sepihak dari parlemen.

Baca juga: KPK Terus Periksa Para Saksi Untuk Kasus Mardani H Maming, Giliran Pengusaha Diminta Keterangan

Baca juga: Tim Gabungan Tangkap Hacker Bjorka di Madiun Jawa Timur ? Mabes Polri Buka Suara

Menurutnya, usulan itu bagus dari sisi inisiatif dan perlu dibahas lebih lanjut dengan Komisi VII DPR dan juga dukungan Presiden Jokowi di kabinet.

"Dan hasilnya, kenapa saya bilang itu bukan sebuah keputusan, karena di dalam ketetapan hasil banggar subsidinya kan sesuai dengan yang ada sekarang," kata Dadan.

"Jadi tidak ada perubahan 450 VA yang di hitungan pemerintah tetap masuk, tidak ada penyesuaian 450 VA naik ke 900 VA," imbuhnya.

Kementerian ESDM mencatat subsidi listrik dinikmati sebagian besar oleh seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dari sekitar 24,3 juta pelanggan 450 VA terdapat sekitar 9,5 juta yang masuk dalam DTKS. Sedangkan dari 14,8 juta pelanggan 450 VA Non DTKS.

Saat ini, pemerintah telah melakukan survei untuk 12,2 juta dengan menghasilkan sekitar 50,1 persen yang berhak menerima subsidi dan sekitar 49,9 persen atau 6,1 juta yang ditengarai tidak tepat sasaran. Angka itu berpotensi bertambah sampai survei dilakukan seluruhnya.

Dalam rapat Panitia Kerja Pembahasan RUU APBN 2023 pada 12 September 2022 lalu, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengusulkan penghapusan daya listrik 450 volt ampere (VA) untuk rakyat miskin dan dialihkan ke daya 900 VA untuk mengatasi kelebihan pasokan listrik yang kini sedang dialami oleh PLN.

Baca juga: Misteri Asal Usul Berlian Heksagonal, Ditemukan Pada 4 Meteorit di Afrika

Baca juga: Teknologi Bongkar Penyebab Kematian Dua Mumi Pria Berusia 1.000 Tahun, Dipukul Hingga Tewas

Said menjelaskan program pembangunan pembangkit listrik 35 gigawatt yang dicanangkan oleh pemerintah telah membuat PLN saat ini mengalami kelebihan pasokan hingga enam gigawatt.

Selain mengusulkan penghapusan daya listrik 450 VA dan dialihkan ke 900 VA, Said juga mengusulkan agar pelanggan rumah tangga PLN dengan daya listrik 900 VA dinaikkan menjadi 1.300 VA.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved