Penemuan Mumi

Teknologi Bongkar Penyebab Kematian Dua Mumi Pria Berusia 1.000 Tahun, Dipukul Hingga Tewas

Penyebab meninggalnya mumi dari Amerika Selatan berusia sekitar 1.000 tahun terungkan lewat CT Scan, ini dugaannya

Editor: Irfani Rahman
(Begerock et al., Frontiers 2022 via GIZMODO)
Berikut Gambar CT scan tengkorak salah satu mumi dari Amerika Selatan yang merupakan korban pembunuhan. Misteri kematian mumi berusia 1.000 tahun dari Amerika mulai terbongkar usai dilakukan penelitian dengan teknologi canggih 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Misteri kematian mumi berusia 1.000 tahun terbongkar berkat kecanggihan teknologi  CT Scan. Simak penyebab meninggalnya tiga mumi berusia ribuan tahun ini.

Penemuan mengejutkan tentang penyebab meninggalnya tiga mumi dari Amerika Selatan terungkap.

Dari tiga mumi yang diperiksa dengan dilakukan pemindain  CT Scan ternyata ada yang disebabkan di bunuh.

Sontak penemuan penyebab dugaan meninggalnya mumi ini mengejutkan para peneliti.

Baca juga: Arkeolog Mesir Temukan Ratusan Mumi di Pekuburan Kuno Saqqara, Berasal 2500 Tahun Lalu

Baca juga: Hasil Tes DNA Keluar, Mayat Terbakar di Pantai Marina Adalah PNS Bapenda Semarang Iwan Budi

Dikutip dari Gizmodo, Rabu (14/9/2022), mumi yang berasal dari 900 hingga 1.300 tahun lalu itu terdiri dari dua mumi laki-laki dan satu perempuan.

Mumi perempuan tampaknya telah meninggal karena sebab alami. Sementara CT Scan mumi laki-laki mengungkapkan bahwa mereka kemungkinan besar dipukul dan ditikam secara fatal.

"Tingkat trauma kekerasan pada populasi Amerika Selatan tampaknya lebih tinggi daripada studi sebelumnya," ungkap Andreas Nerlich, ahli patologi dari Academic Clinic Munich-Bogenhausen di Jerman.

Mumi- mumi itu dibawa ke Eropa sekitar pertengahan atau akhir abad ke-19. Namun, sampai sekarang, mumi belum diselidiki dengan pencitraan modern yang komprehensif.

Hingga akhirnya melalui studi yang dilakukan baru-bari ini, peneliti kemudian melakukan CT scan tubuh mumi untuk menyelidiki usia, kondisi pengawetan, dan kemungkinan penyebab kematiannya.

Tim kemudian mendokumentasikan pukulan keras di wajah mumi dan bukti luka tusuk yang mengoyak aorta dan menusuk paru-paru. Mereka pun berpikir penyebab utama kematian mumi tersebut adalah kehilangan darah dari luka tusukan.

Sementara mumi laki-laki lainnya menderita trauma berulang. Hal itu berdasarkan banyak patah tulang tengkorak yang telah sembuh. Sedangkan bagian tulang belakang leher yang terkilir menunjukkan pukulan besar di bagian belakang kepala yang mungkin cedera fatal.

"Tidak diragukan lagi bahwa individu adalah korban kekerasan antarpribadi yang parah dan akhirnya mematikan," tulis peneliti dalam studinya.

Baca juga: Tubuh Kurus Jadi Berisi, dr Zaidul Akbar Imbau Tingkatkan Asupan Protein dan Karbohidrat yang Sehat

Baca juga: Penampakan Jantung Ikan Berusia 380 Juta Tahun, Ditemukan Dalam Fosil Ikan Purba

Baca juga: Apakah Curhat Termasuk Ghibah? Begini Penjelasan Buya Yahya

Lebih lanjut, menurut Nerlich, penyelidikan lebih lanjut yang serupa terhadap mumi dari museum atau koleksi laliln dapat memberikan lebih banyak informasi tentang jenis dan tingkat traumanya.

Penelitian sebelumnya juga pernah mengungkap tingkat trauma pada tengkorak yang berasal dari Chile Utara dan Peru. Tingkat trauma menunjukkan antara 5 persen hingga 35 persen.

Penelitian tim yang menjelaskan mengenai studi tentang misteri kematian mumi berusia 1.000 tahun itu pun telah diterbitkan di jurnal Frontiers in Medicine.

Gambar CT scan tengkorak salah satu mumi dari Amerika Selatan yang merupakan korban pembunuhan. Misteri kematian mumi berusia 1.000 tahun dari Amerika.(Begerock et al., Frontiers 2022 via GIZMODO)Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Kematian Mumi Berusia 1.000 Tahun Terungkap lewat CT Scan",

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved