Kriminalitas HSS

Viral Video Keributan di Toko Ponsel Kandangan, Ini Penjelasan Polres HSS Kalsel

Viral video polisi ribut di Toko Ponsel Kembar Kandangan, Polres HSS sebut pemilik toko tidak ada sangkut paut karena petugas menyasar pengedar sabu.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
HUMAS POLRES HSS
Tersangka kasus sabu, MRA dan MRI, kini diamankan di Polres Hulu Sungai Selatan di Kota Kandangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Viral video dugaan penyergapan pemilik toko Ponsel Kembar di Loklua, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam video CCTV dengan durasi 2,5 menit ini sudah beredar di berbagai grup whatsapp. Peristiwa ini terjadi pada 5 September 2022 sekiitar pukul 21.00 Wita. 

Pemilik toko dalam video tersebut mengenakan kaus merah, bersama sang istri mengenakan jaket jeans, berada di dalam yang berbatasan dengan etalase. 

Kemudian ada pria langsung menarik dan masuk ke dalam toko hingga etalase bergeser. Terjadi keributan, tarik-menarik hingga terjatuh.

Kepala Seksi Humas Polres HSS, Ipda Purwadi, menjelaskan, hari itu Kasatresnarkoba AKP Ramdan Susila dan anggotanya yang didukung Pers Paminal Si Propam melaksanakan penyelidikan tindak pidana narkotika sabu.

Baca juga: Pelaku Kasus Peluru Nyasar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel Akan Menjalani Sidang

Baca juga: Atap Kios Tersapu Angin, Warga Kabupaten Banjar Kalsel Ini Takut Mengenai Bayinya

Baca juga: Puting Beliung Terjang Sungai Lulut dan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar

Kemudian dari hasil penyelidikan, disepakati akan dilaksanakan transaksi narkotika jenis sabu dengan harga Rp 33 juta. 

Transaksinya, sistem transfer melalui layanan perbankan dengan agen perbankan di toko.  Transfer dilakukan pada layanan di Ponsel Kembar daerah Loklua, Kandangan

Selanjutnya, dua personel Satresnarkoba menuju ke lokasi yang sudah disepakati. Setelah tiba, anggota menyerahkan uang untuk ditransfer ke target operasi.

"Memang sudah target operasi dengan sistem undercover buy," katanya. 

Pada saat proses penghitungan pemilik toko, anggota Resersenarkoba berkomunikasi kembali dengan target operasi. 

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Atap Warung dan Bengkel di Martapura Lama Terbang Tutupi Jalan

Baca juga: Protes Kenaikan Harga BBM, Teriakan Pengecut Terlontar di Depan Gedung DPRD Kalsel

Baca juga: Organda Larang BRT Angkut Penumpang di Pasar Sekumpul, Begini Respon Sopir Bus Biru di Banjarbaru

Karena tidak ada kepastian dimana narkotika jenis sabu yang akan diserahkan, akhirnya anggota membatalkan proses transfer dan langsung merebut uang yang akan ditransfer. 

"Karena takut terlanjur ditransfer dan barang bukti tidak ada. Atas upaya tersebut membuat pemilik toko panik, sehingga terjadi rebutan uang tersebut seperti dalam video. Selanjutnya, dijelaskan kepada pihak toko tentang anggota Satresnarkoba Polres HSS yang sedang melakukan penyelidikan tindak pidana narkotika," katanya. 

Pihaknya juga sempat memeriksa chat dengan target. Rupanya, target operasi menggunakan modus baru dengan cara transfer di agen perbankan kemudian transaksi dilakukan nanti. 

"Jadi, pemilik toko tidak ada sangkut pautnya dengan target operasi. Memang modusnya mencari ke google. Ada kontak agen perbankan, kemudian kami diarahkan ke sana," katanya. 

Memasuki tanggal 6 September 2022 pukul 01.30 Wita, kegiatan penyelidikan dilanjutkan dengan cara bertemu di Bundaran Hamalau, Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten HSS.

Baca juga: Bandar Narkoba di Desa Tapus Dalam HSU Kalsel Digerebek, Polisi Amankan 46 Paket Sabu dan Uang Tunai

Baca juga: Dua Pelaku Jaringan Peredaran Sabu di Tabalong Kalsel Dibekuk, Penyuplai Utama Ditetapkan DPO

Baca juga: Dua Warga Banjarmasin Terciduk Simpan Sabu, Satu Pelaku Sembunyikan di Balik Masker

Hingga akhirnya, tim Satresnarkoba berhasil mengamankan dua orang laki-laki tersangka pelaku tindak pidana narkotika, yakni MRA dan MRI.

Dari tangan kedua tersangka tersebut, petugas mengamankan sabu dengan berat 18,19 gram. 

"Atas perbuatannya tersebut, dua tersangka pelaku terancam hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved