Berita Banjarmasin

Keberangkatan Umrah Tinggi, Kalsel Kekurangan Vaksin Meningitis

Naiknya permintaan vaksin meningitis ini dikarenakan tingginya keberangkatan umrah di Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Humas Kemenag Kalsel untuk Bpost
Naiknya permintaan vaksin meningitis ini dikarenakan tingginya keberangkatan umrah di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan kekurangan vaksin meningitis.

Naiknya permintaan vaksin meningitis ini dikarenakan tingginya keberangkatan umrah di Kalsel.

Dirut PT. Ushiza Tour and Travel yang bergerak dalam perjalanan ibadah haji dan umrah Hj Hisan Jumat (16/9/2022) membenarkan jika kini pihaknya sulit mendapatkan vaksin meningitis karena jumlahnya yang kurang.

Ia mengharapkan pada pemerintah dapat mempermudah para jemaah untuk akses mendapatkan vaksin meningitis.

Tentunya sesuai dengan standar kementerian kesehatan Indonesia, terutama di luar daerah yang memiliki banyak jemaah umrah seperti di Banjarmasin.

Baca juga: Ungkap Perbuatan Tak Patut Dialami Mahasiswi ULM, Polsekta Banjarmasin Utara Cek Keberadaan CCTV

Baca juga: Satu Ruangan TK di Banjarmasin Timur Ambruk saat Renovasi

"Jangan sampai hanya karena salah satu syarat keberangkatan yang tidak terpenuhi, dan penyebabnya bukan dari pihak travel maupun jemaah, justru karena kelangkaan vaksin meningitis itu sendiri, sehingga dapat merugikan jemaah dan travel," katanya.

Kabid P2P Dinkes Kalsel, Syahriani mengatakan jumlah vaksin meningitis yang didistribusikan oleh pemerintah pusat untuk Kalimantan Selatan ada 1000 dosis. Kemudian Dinkes Kalsel menyerahkan vaksin tersebut ke KKP sebagai pelaksana.

KKP ujar Syahriani memiliki wilayah kerjasama didistribusi yakni klinik-klinik yang dapat memberikan vaksin meningitis.

Menutupi kekurangan vaksin meningitis yang terjadi di Kalsel, ujar Syahriani, pihaknya kini menginventarisir vaksin meningitis yang pihaknya titipkan ke kabupaten kota untuk pelaksanaan haji 2022 lalu yang masih tersisa atau lebih.

"Saat ini total ada 200 dosis vaksin meningitis yang berhasil kita kumpulkan dari kabupaten kota dan vaksin ini kita distribusikan ke daerah yang kekurangan, misalnya di Batulicin kekurangan kita relokasi dari daerah lain," bebernya.

Sebanyak 200 dosis vaksin meningitis yang berhasil dikumpulkan Dinkesprov Kalsel, ujar Syahrani, juga memiliki masa expired yang lama yakni hingga Oktober dan November.

Baca juga: Berikan Kemudahan untuk Masyarakat, Polres Tapin Dirikan Tiga Rumah Informasi Desa

Baca juga: Kotabaru Akan Kirim 15 Penyair Ikuti Aruh Sastra Kalsel di Tanahlaut

Saat ini, ujar Syahriani, pihaknya belum menerima laporan terkait kekurangan vaksin meningitis oleh KKP.

Jika ketersediaan vaksin meningitis di Kalsel masih kurang maka ujar Syahriani pihaknya akan meminta ke pusat untuk tambahan vaksin.

Kebutuhan vaksin meningitis di Kalsel ujar Syahriani kini memang meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk umrah.

Sementara Kadinkes Kalsel, dr Diauddin membenarkan jika permintaan vaksin meningitis di Kalsel naik.

"Permintaan vaksin ini memang meningkat dan kita lagi minta tambahan ke pusat," ujarnya.

Banjarmasinpost.co.id / milna

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved