Berita HSS

Rencana Pembangunan Jembatan Baru di Nagara, Ini Dua Lokasi Hasil Survey Dinas PUTR HSS

Survey lahan terkait rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Nagara  Kabupaten HSS sudah dilakukan di Desa Parigi

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Lokasi rencana dibangun jembatan Nagara Kabupaten HSS yang dibatalkan, Jumat (16/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Nagara  Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel nampaknya bakal terealisasi tahun ini. 

Pemerintah Kabupaten HSS melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSSsudah melakukan survei di dua titik rencana pembangunan jembatan Negara yang baru di Nagara. 

Setelah tahun lalu, pembebasan lahan untuk jembatan baru Nagara di Desa Parigi Kecamatan Daha Selatan menghubungkan Desa Baruh Jaya Kecamatan Daha Utara tak tak terealisasi akibat tak sepakatnya harga antara pemerintah dan warga. 

Pada September ini Dinas PUTR sudah melakukan survei di dua lokasi berbeda. Lokasi ini nantinya akan dipilih satu untuk dibebaskan dan akan dibangun jembatan. 

Baca juga: Canangkan Sehari Tanpa Kendaraan, Bupati HSS Berjalan Kaki dari Rumah Dinas, Wabup Bersepeda

Baca juga: Konsolidasi KOTAN di Kabupaten HSS, Penanganan Penyalahguna Dibawah Umur Melalui Diversi

Untuk lokasi, Kepala Dinas PUTR HSS, Tedy Soetedjo masih menunggu lokasi mana yang akan dipilih.

Ia pun enggan menyebut lokasi pasti.  Sebab, menurutnya lokasi belum ditetapkan. Ada dua sudah disurvei dan satu yang akan ditetapkan. 

Sementara itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rapat bersama dengan pemilik lahan, warga, bagian hukum, dan DPRD HSS. 

Hal ini terkait rencana pembebasan lahan. Jika warga setuju nantinya bisa dibebaskan.  Masalah lain muncul, disana bebernya banyak warga yang tidak memiliki keabsahan kepemilikan tanah. Sedangkan berdasarkan saran dari kejaksaan, pembelian tanah harus dengan bukti sertifikat hak milik. 

"Memang ada beberapa yang punya terkait kepemilikan tanah. Beberapa lagi tidak punya. Makanya kami akan rapat dan membahas hal ini. Hal ini agar bisa menjadi persamaan persepsi masyarakat dengan aturan yang ada," sebutnya. 

Untuk rencana pembangunan, nanti panjang jembatan akan bertambah menjadi 200 meter dari rencana awal 120 meter saja. 

Hal ini dikarenakan lokasi yang tersedia adalah lahan rawa. Sehingga, akan memperpanjang bangunan jembatan. 

"Ada yang 300 meter ada yang 200 meter. Ini yang akan kami tentukan lokasinya nanti. Tapi dalam waktu dekat kami akan rapat bersama," katanya. 

Sekadar diketahui, pada rencana 2021 lalu, pemerintah sudah menawar harga yang sesuai melalui jasa konsultan penilai atau apraisal.

Baca juga: Ditangkap di Kandangan HSS, Warga Cempaka Kota Banjarbaru Terbukti Bawa 2 Paket Sabu

Lahan yang ada telah ditarsir dengan harga yang bervarias. Disesuaikan dengan luas tanahnya dan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau segel dan bangunan yang berada diatasnya. 

Hasil apraisal setelah disampaikan ke warga. Ternyata warga menaruh harga tanah diatas harga apraisal. Ada 23 persil yang harus dibebaskan. Bahkan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 10 miliar. 

Untuk ukuran jembatan yakni kategori  jembatan kelas A. Dengan lebar efektif sembilan meter panjangny menyesuaikan dengan tanah. Sedangkan lebar sungai mencapai 120 meter. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved