Berita Banjarmasin

Terima Nasi Jumat Berkah, Wanita di Banjarmasin Ini Sebut Jual Lagi ke Sekitar Rumah

Nasi Jumat Berkah juga juga dijadikan para penerimanya kegiatan rutin menjadi mata pencaharian. Nasi yang mereka terima dikumpulkan dan dijual kembali

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Nampak banyak wanita yang sedang duduk di trotoar-trotoar sepanjang Jalan Brigjen H Hasan Basri. Mereka diduga sedang menunggu pembagian nasi jumat berkah yang biasa dibagikan setiap jumat, Jumat (16/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagi nasi Jumat berkah di Banjarmasin sudah menjadi kegiatan rutin sebagian warga di Kota Seribu Sungai.

Namun, kegiatan bersedekah nasi bungkus ini ternyata juga dijadikan para penerimanya kegiatan rutin menjadi mata pencaharian. Nasi yang mereka terima dikumpulkan dan dijual kembali.

Misalnya saja, di sepanjang Jalan Brigjen Hasan Basry, Banjarmasin, setiap hari Jumat para penerima nasi (pengemis) selalu berkumpul di sepanjang trotoar jalan tersebut.

Bahkan, melalui pantauan ke lokasi, Jumat (16/9/2022), di sepanjang jalan dari Bundaran Kayutangi, sampai ke depan Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, para pengemis tersebut nampak sedang menunggu warga yang ingin bersedekah.

Baca juga: Gelar Jumat Berkah, Polsek Banjarmasin Barat Bagi-bagi Nasi Bungkus

Baca juga: Gelar Jumat Berkah, YNS Center Bantu Belasan Janda Dhuafa dan Anak Yatim di Belitung Utara

Apalagi jika ada warga yang membagikan nasi, tampak mereka berjibaku mendatangi warga yang ingin membagikan sedekah tersebut. 

Satu di antaranya, Tini, warga Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara mengatakan ia sudah melakukan hal tersebut lebih dari satu tahun lamanya. 

“Jadi hari utamanya itu hari Jumat. Tapi biasanya sebelum hari Jumat, pada hari lainnya juga ada warga yang berbagi. Soalnya di daerah tersebut selalu ada yang stand by menunggu,” ujar wanita yang juga bekerja sebagai ART. 

Menurut penuturan Tini, hal tersebut dilakukan lantaran ketika hari Jumat ia bisa mendapatkan sedekah berupa nasi paling sedikit 10 bungkus.

“Bahkan bisa lebih. Biasanya nasi itu ketika terkumpul, saya jual lagi di sekitaran tempat tinggal saya,” jelasnya. 

Kisaran harga yang dibanderol Tini, yakni Rp3 ribu sampai Rp10 ribu. Tergantung jenis  nasi yang didapatkannya. Begitupun dengan pengemis-pengemis yang lain.

“Semakin mahal jenis nasinya, semakin mewah lauknya, maka akan semakin mahal harganya,” tandas Tini. 

Hal serupa juga dikatakan oleh, Totom. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukannya tidak hanya satu dua orang. Tapi hampir satu kampung di tempat tinggalnya. 

“Bahkan ada yang membawa anak, cucu, agar mendapatkan belas kasihan. Sekaligus juga, menambah jumlah nasi yang di dapat,” katanya. 

Kabid PDIK Dinsos Kota Banjarmasin, Nurhayani menjelaskan para penerima sedekah tersebut dan juga para pemberi sedekah, pada dasarnya mereka tidak terikat dengan perjanjian. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved