Tajuk

Menuju Energi Terbarukan

Salah satu pihak yang bertanggung jawab melakukan transformasi adalah PT PLN yang gencar melakukan konversi pembangkit energi fosil.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Pellet sumber energi terbarukan berbahan sampah organik dari daun kering di tempat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Tanjung Selatan Bersinar, Jalan AMD Maluyung, Kompleks Pondok Karet Perma, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (8/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ENERGI batu bara atau fosil kedepan akan digantikan dengan energi terbarukan.

Salah satu pihak yang bertanggung jawab melakukan transformasi adalah PT PLN yang tengah gencar melakukan konversi pembangkit yang menggunakan energi fosil semisal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) berupa Pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS).

Selain tenaga surya, Indonesia memiliki potensi EBT yang cukup besar di antaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW, termasuk energi surya 4,80 kWh/m2/hari.

Kesemua potensi tersebut, belum sepenuhnya digarap secara maksimal.

Di PLN Kalselteng sendiri sudah disusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk mendukung program PLN Pusat terkait dengan konversi PLTD itu, di antaranya PLN UIW Kalselteng sudah melakukan konversi 11 PLTD pada sejumlah desa yang tersebar di Kalsel dan Kalteng untuk menggunakan PLTS dengan potensi daya konversi sebesar 5.187 Kilo Watt.
Ditargetkan pada 2024 nanti 100 persen PLTD di Kalselteng sudah beralih menggunakan EBT.

Sesuai dengan Pakta Iklim Glasgow yang Indonesia ikut menandatangani, tentunya hal ini cukup melegakan.

Selain Kalsel secara eksplisit berencana mengurangi batu bara, sebagai bahan bakar fosil penyebab emisi gas rumah kaca, di sisi lain juga merupakan sebuah bentuk penggarapan potensi alam secara maksimal tanpa merusak alam.

Toh potensi EBT Kalsel juga tak kalah besar.

Kalselteng saat ini ditopang pembangkit EBT salah satunya seperti PLTA PM Noor berkapasitas 30 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) SMM dan MAS kapasitas 3.4 MW yang ada di Kalteng.

Belum lagi rencana pembangunan pembangkit tenaga bayu (angin) di Tanahlaut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved