Newsvideo

NEWSVIDEO Sempat Trauma Direndam Banjir, Petani Jagung Hibrida di Sido Makmur Batola Bangkit

petani jagung hibrida di Desa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala akhirnya berbuah manis.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Perlahan namun pasti, upaya untuk bangkit petani jagung hibrida di Desa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala akhirnya berbuah manis.

Pasalnya, saat direndam banjir pada Desember 2021 lalu, sekitar 50 hektare jagung yang sudah ditanam gagal panen, karena mati dan sebagian tidak maksimal berbuah.

Setelah lahan berangsur kering, pengolahan lahan dan penanaman dimulai kembali, dan kini para petani sudah siap memanen jerih payahnya.

Diungkapkan Anton Sutono, sekitar dua pekan lagi jagung seluas 5 hektare miliknya siap dipanen.

Karena hanya menunggu kadar air lebih rendah lagi pada biji jagung.

Baca juga: NEWSVIDEO Pekerja Tambang Gelar Unjuk Rasa, Konvoi Berkendaraan Menuju DPRD Tabalong

"Alhamdulilah, ini kita sudah bisa panen kembali dengan hasil yang memuaskan. Padahal sempat trauma, terpukul akibat banjir kemarin," terang Anton, Jumat (16/9/2022).

Ketua Poktani Tani Mukti ini pun menambahkan, pada berbagai varietas jagung hibrida yang ia tanam ada kabar yang menggembirakan.

Yakni hadirnya bibit varietas Pertiwi 5 yang baru kali ini dicoba di Batola dan hasilnya sangat menggembirakan.

"Sekarang kita menggunakan sistem guludan, guna menghindari genangan air. Per hektar varietas Pertiwi ini ditaksir mencapai rata-rata 10 ton biji jagung keting," ucap Anton.

Sementara itu, disampaikan Ghozali Ansyah, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batola, pihaknya turut mengapresiasi semangat petani yang tidak luntur untuk tetap menanam jagung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved