Berita Tapin

Tapin Lestarikan Tradisi Bausung Pengantin dan Kuda Gipang

Tradisi Bausung merupakan salah satu budaya unik yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tapin.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
_Tarian Kuda Gipang di acara pernikahan di Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Salah satu budaya yang masih dilestarikan di Kabupaten Tapin hingga saat ini adalah Tradisi Bausung yang diiringi dengan kuda gipang.

Tradisi Bausung merupakan salah satu budaya unik yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tapin.

Bausung diambil dari kata usung yang artinya gendong dilakukan oleh pasangan pengantin sebelum bersanding di pelaminan diiringi dengan musik tradisional Banjar dan disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan.

Salah satu tokoh masyarakat, Siti Jahura mengatakan budaya kuda gipang adalah budaya yang hampir punah sementara budaya yang satu ini sangat sakral sekali dalam suatu acara.

Baca juga: Tekan Angka Pengangguran, BLK Disnaker Tapin Buka Pelatihan Otomotif

Baca juga: Berikan Kemudahan untuk Masyarakat, Polres Tapin Dirikan Tiga Rumah Informasi Desa

"Di Kabupaten Tapin, budaya ini masih kental dilestarikan di Desa Parigi," jelasnya.

Siti mengatakan di Desa Parigi budaya kuda gipang sangat digemari oleh masyarakat umum.

"Tidak mengenal usia, dari anak-anak hingga orang tua sangat suka dengan budaya yang satu ini," ungkapnya.

Ia mengatakan karena budaya ini merupakan ciri khas orang Kalimantan Selatan, pihaknya berharap masyarakat dan pemerintah daerah dapat selalu memperhatikan dan melestarikannya.

"Bila perlu diundang di setiap acara. Baik acara pemerintahan atau acara-acara lainnya," harapnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved