Berita Banjarmasin

Tradisi Ngayau Ditampilkan Dalam Tarian Kontemporer di Taman Budaya Kalsel

Sanggar Seni Demokrat dari FISP ULM pentaskan tarian Ritus Head Hunter, The Story of The Djongkang di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Pertunjukan siluet mewarnai pementasan Ritus Head Hunter, Story of The Djongkang di Taman Budaya Kalsel di Kota Banjarmasin, Sabtu (17/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suku Dayak dikenal dengan beragam ritual dan tradisinya. Masa dulu,  pernah dikenal Tradisi ngayau atau memenggal kepala

Tradisi itu pun kemudian tidak ada lagi. Dan mengenai tradisi masa dulu itu, dipentaskan oleh Sanggar Seni Demokrat dari FISP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pementasan dengan mengusung judul Ritus Head Hunter, The Story of The Djongkang, ini dilaksanakan di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel di Kota Banjarmasin.

Baca juga: Aliansi BEM se Kalsel Khawatirkan Belum Tertangkapnya Pelaku Pelecehan kepada Mahasiswa ULM

Baca juga: Narkoba Banjarmasin - Simpan Sabu dalam Kamar Antarkan Warga Rawasari ke Bui

Baca juga: Karhutla Kalsel, Kobaran Api pada Area di Atas Air Gegerkan Warga Gambut Kabupaten Banjar

Dalam pementasan berbentuk tari kontemporer ini, Sanggar Seni Demokrat bekerja sama dengan Artgency.id.

Berbagai ritual khas masyarakat Dayak lainnya pun ditampilkan dalam pementasan ini, misalnya terkait dengan Mangkok Merah yang menjadi sarana komunikasi saat genting dan sebagainya.

Tak kalah menarik, pementasan juga sangat apik karena ada pertunjukan siluet. Para penari melakukanya di depan cahaya lampu, hingga hanya terlihat berupa bayangan saja.

Ratusan penonton yang hadir pun begitu antusias menyaksikan pementasan yang digelar dua kali, yakni sore dan malam.

Baca juga: Narkoba Kalsel - Pemasok Sabu di Kalangan Buruh Batu Bara Karungan di Tabunganen Batola Diciduk

Baca juga: Mediasi  Deadlock, DPC Organda Banjarbaru Tetap Tolak BRT Angkut Penumpang ke Pasar Sekumpul

Baca juga: Narkoba Kalsel - Pria Amuntai Tertangkap Tangan saat Akan Transaksi Sabu di Desa Bulayak HST

Koreografer/sutradara dalam pementasan ini, Alfiandriy Aceh, menerangkan, pementasan melibatkan belasan penari dan pemain musik.

"Penari totalnya ada sembilan orang dan pemain musiknya ada tujuh orang. Kami persiapan sekitar empat bulan," ujar pria yang akrab disapa Aceh ini.

Dia menambahkan, melalui pementasan ini diharapkan memberi sebuah referensi baru bagi penonton.

 

"Selain itu juga untuk memberikan estetika baru, sekaligus juga memicu seniman muda lainnya," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved