Banjir di Kalteng

Banjir di Kotim Provinsi Kalteng, 16 Desa Masih Terendam

Sepuluh desa terdampak banjir di Kotim Provinsi Kalsel sudah surut. Semantara, 16 desa lainnya masih terendam

Editor: Hari Widodo
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Wakil Bupati Kotim, Irawati, dan Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rihel, bersama sejumlah pejabat meninjau lokasi banjir di Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, belum lama ini.    

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT -  Kondisi terkini Banjir di Kotim Provinsi Kalteng, sepuluh desa terdampak banjir sudah surut. Semantara, 16 desa lainnya masih terendam.

Kondi banjir terkini di Kotim ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rihel

“Berdasarkan hasil pantauan kami per 17 September 2022, dari 26 desa yang sebelumnya terdampak banjir ada 10 desa yang surut dengan ketinggian air bervariasi, rata-rata 30-50 cm, tapi ada juga yang masih 1,5-2 meter,” ungkapnya, Sabtu (17/9/2022).

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini menjelaskan, kondisi ini terjadi seiring dengan menurunnya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Sempat Trauma Direndam Banjir, Petani Jagung Hibrida di Sidomakmur Batola Mulai Bangkit

Baca juga: Banjir Masih Rendam Pasar Hanyar Barabai Kalsel, Sebagian Pedagang Masih Tutup Toko

Meskipun, masih ada dampak dari air pasang sungai, tapi tidak separah jika dibarengi dengan hujan.

Jika kondisi ini tetap berlanjut, ia memperkirakan sekitar 5 hari kedepan seluruh desa yang terdampak banjir akan surut, kecuali satu desa.

Yakni, Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, yang merupakan desa terdampak banjir paling parah dengan kedalaman 1,5-2 meter dan diperkirakan masih dalam kondisi banjir selama 1-2 bulan ke depan.

“Itu karena Desa Hanjalipan ini berada dipertemuan dua sungai, yaitu Sungai Mentaya dan Sungai Tualan, ditambah air pasang makanya lama. Biasanya banjir di sana bisa bertahan 1-2 bulan,” jelasnya.

Adapun, desa maupun kelurahan yang masih terdampak banjir saat ini antara lain di Kecamatan Parenggean meliputi Desa Manjalin, Kabuau, Tehang, dan Kelurahan Parenggean.

Lalu Kecamatan Mentaya Hulu meliputi Desa Baampah, Penda Durian, Tangar, Kawan Batu, Satiung, Pahirangan, Tanjung Bantur, dan Kelurahan Kuala Kuayan.

Selanjutnya, Kecamatan Kotabesi di Desa Hanjalipan, Palangan, dan Rasau Tumbuh. Dan Kecamatan Telawang di Desa Muara Ubar.

Sedangkan, desa yang sudah surut dari banjir adalah Kecamatan Parenggean di Desa Bajarau, Barunang Miri. Kecamatan Mentaya Hulu meliputi Desa Tanjung Jariangau, Bawan,dan Tangka Robah.

Kecamatan Kotabesi di Desa Soren, Simpur, da Pamalian tepatnya di Dusun Pamadauan.

Saat ini, aktivitas warga di desa yang telah surut dari banjir secara bertahap kembali normal.

Fasilitas umum, seperti sekolah, pustu, puskesmas, dan rumah ibadah yang sebelumnya terendam sudah mulai digunakan dan aktif kembali.

Baca juga: Sejumlah Jalan Terendam Akibat Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel

Kendati demikian, Rihel mengimbau masyarakat tetap waspada akan adanya banjir susulan.

Karena berdasarkan prakiraan BMKG sebelumnya sampai akhir tahun 2022 Kotim masih diliputi cuaca hujan yang bisa menyebabkan banjir, khususnya di wilayah dataran rendah dan pinggiran sungai.

“Jadi tidak menutup kemungkinan kembali banjir lagi, terutama wilayah hulu, kemudian yang di hilir pun bisa kena imbasnya. Maka dari itu, masyarakat kami imbau agar tetap waspada,” imbaunya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Banjir di Kotim Kalteng Mulai Surut, Tersisa 16 Desa yang Masih Terendam Air

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved