Bumi Saijaan

Bekerja Sama Himpunan Alumni IPB, PMI Kabupaten Kotabaru Memiliki Unit Donor Darah

Bank Darah telah dimiliki Unit Donor Darah PMI yang berada di Jalan H Hasan Basri (Jelapat), Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru, Kalsel

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Angota Banggar DPRD Kabupaten Kotabaru yang juga alumni IPB, Awaludin, Shut, melakukan donor darah bersamaan setelah diresmikannya Unit Donor Darah (UDD) PMI bekerja sama dengan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB), Minggu (18/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tidak sekadar acara seremonial. peresmian bank darah melalui unit donor darah (UUD) kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kotabaru bekerja sama Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) mengadakan donor darah sukarela, Minggu (18/9/2022).

Donor darah nonkegiatan bakti sosial, masyarakat bisa melakukannya secara mandiri dengan datang langsung ke UDD.

Fasilitas tersebut berada di Jalan H Hasan Basri (Jelapat), Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mulai dioperasikannya UDD ini bersamaan dengan HUT ke-77 PMI yang seyogianya dilaksanakan serempak pada 25 September 2022 di Kalimantan Selatan khususnya, termasuk di Kabupaten Kotabaru. 

Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kotabaru, Murdianto, mengatakan, atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi keberadaan UDD atau bank darah yang diinisiasi PMI dan HA-ITB.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Murdianto melihat peralatan UDD PMI Minggu (18092022).
Asisten II Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Murdianto (tengah), didampingi Ketua PMI Kotabaru, Sugiannor, melihat peralatan UDD PMI yang baru diresmikan, Minggu (18/9/2022).

Menurut Murdianto, inisiasi PMI dan HA-IPB ini sangat bersinergi dengan kewajiban pemda memberikan pelayanan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotabaru.

Menyinggung keperluan, terutama fasilitas pendukung dan pembiayaan lainnya, pemerintah daerah mengalokasikan APBD yang diperlukan PMI.

"Prosedur dan mekanisme seperti kegiatan-kegiatan lainnya, melalui usulan-usulan disampaikan PMI, kemudian dibahas, dipertimbangan dan disesuai kemampuan keuangan daerah," urai Murdianto.

Apabila anggaran memadai, anggaran diperlukan PMI akan dialokasikan dengan disesuaikan dengan kemapuan keuangan daerah.

"Secara prinsif, pemerintah daerah berkomitmen bagaimana mendukung keberlangsungan PMI untuk fasilitas peningkatan kesehatan masyarakat," janjinya.

Sebagaimana diketahui, selama ini untuk stok darah melalui rumah sakit secara fungsional. Ketika ada pasien memerlukan daerah pihak rumah satu mengkomunikasikan dengan keluarga pasien atau masyarakat lainnya.

Selain pihak rumah sakit berkomunikasi dengan PMI untuk menyediakan darah yang diperlukan pihak rumah sakit. Sehingga, keperluan darah diperlukan pasien terpenuhi.

Ketua PMI Kotabaru Sugiannor mengatakan, koloborasi PMI dengan HA IPB untuk melayani masyarakat melalui UDD ini. 

Fungsi UDD adalah menyiapkan keperluan daerah rumah sakit atau kepentingan medis. Untuk itu, UDD buka dari Senin sampai Minggu. "Kalau bisa kami melayani sampai 24 jam," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved