Piala Dunia 2022

Masalah Krusial Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar, Kebugaran Pemain Jadi Kuncinya

Gareth Southgate dikabarkan akan menghadapi situasi sulit bagi timnas Inggris yang kelelahan ke Piala Dunia 2022 di Qatar.

Penulis: Aprianto | Editor: Khairil Rahim
JUSTIN TALLIS / POOL / AFP
Para pemain Inggris merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021. 

Verheijen menambahkan jika anda memaksa pemain untuk bermain game saat mereka tidak sepenuhnya pulih dari game sebelumnya, anda secara bertahap melelahkan tubuh para pemain itu.

“Selain risiko cedera yang meningkat, secara bertahap dan sistematis melelahkan tubuh pemain berarti anda memperpendek karier para pemain itu. Hal-hal yang kita bicarakan bukanlah opini subjektif, melainkan fakta objektif," bebernya.

Masalahnya, menurut Raymond adalah di dunia sepak bola, adalah perilaku normal untuk tidak setuju dengan fakta objektif.

Kepala eksekutif PFA Maheta Molongo telah memperingatkan bahwa beberapa pemain berisiko karier mereka dibatasi oleh tuntutan tak henti-hentinya dari kalender sepak bola sepanjang tahun saat ini.

Dan Verheijen yang sebelumnya bekerja dengan klub-klub termasuk Chelsea , Manchester City dan Barcelona mengakui bahwa gejolak permainan yang tak ada habisnya ini juga akan membawa dampak yang melemahkan.

"Apa yang anda lihat adalah bahwa tim Liga Champions, mereka memainkan pertandingan tengah pekan hampir setiap minggu hingga Piala Dunia," ujarnya.

Jika bermain Minggu-Rabu-Minggu, tidak mungkin untuk pulih sepenuhnya di antara pertandingan-pertandingan itu.

“Itu terbukti secara ilmiah, jadi dalam hal pemulihan, ada urusan yang belum selesai. Ketika Anda menumpuk kelelahan dari waktu ke waktu, sistem saraf Anda menjadi lebih lambat," lanjutnya lagi.

Itu berarti, Raymond menegaskan bahwa sinyal dari otak ke otot berjalan lebih lambat.

"Jadi, sistem saraf yang lebih lambat memiliki hasil negatif pada kinerja dan berarti risiko cedera akan meningkat karena koordinasi akan turun," tutupnya

(Banjarmasinpost/Rian)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved