Kriminalitas Banjarmasin

Berkas Dinyatakan Lengkap, Dit Polairud Serahkan Kasus Penyelundupan Kayu Ilegal ke Kejati Kalsel 

penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kalsel menyerahkan dua tersangka dan barang bukti penyeludupan kayu ilegal

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Ditpolairud Polda Kalsel untuk BPost
Barang bukti kayu hasil hutan tanpa dokumen sah setelah diamankan oleh Dit Polairud Polda Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berkas perkara penyidikan telah dinyatakan lengkap (P21), penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kalsel menyerahkan dua tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus penyelundupan kayu ilegal tanpa dokumen ke Kejati Kalsel, Senin (19/9/2022).

Dua tersangka yang diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum yakni berinisial YH (42) warga Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, Banjarmasin dan MR (49) warga Desa Begagap, Barambai, Barito Kuala, Kalsel. 

"Hari ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan supaya bisa segera  disidangkan," kata Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete melalui Plt Kasbdit Gakkum, Kompol Budi Prasetyo. 

Dalam berkas perkara dicantumkan, YH dan MR disangkakan dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan. 

Baca juga: Angkut 50 Kubik Kayu Ilegal Lewat Jalur Sungai, Dua Tersangka Diciduk Dit Polairud Polda Kalsel

Baca juga: Terancam Dipecat, Oknum Anggota Polres HSU Pemilik Kayu Ilegal Ternyata Sudah Lama Desersi

Ancaman hukuman yang menanti keduanya jika terbukti di persidangan yakni pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. 

Diketahui sebelumnya, kedua tersangka ditangkap oleh personel Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalsel di Perairan Sungai Alalak Banjarmasin Utara, Rabu (20/7/2022). 

Tersangka MR menumpangi KM Berkat Usaha ditangkap lebih dulu sekitar pukul 01.00 Wita lalu tersangka YH yang menumpangi KM Berkat Setia ditangkap setelahnya sekitar pukul 01.30 Wita. 

Mereka menggunakan dua kapal kedapatan mengangkut total 394 batang atau sekitar 50 kubik kayu log jenis campuran tanpa dilengkapi dokumen yang sah. 

"Modus operandi pelaku menyamarkan angkutan kayu bulat dalam palka kapal menggunakan kayu sibitan di atasnya untuk mengelabui petugas," ujar Kompol Budi. 

Ini bukan satu-satunya perkara terkait penyelundupan kayu ilegal yang ditangani Ditpolairud Polda Kalsel di Tahun 2022 ini. 

Baca juga: Video Dit Polairud Polda Kalsel Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal, 2 Kapal Pengangkut Kayu Diamankan

Sebelumnya pada Bulan Maret Tahun 2022 juga melakukan penindakan serupa terhadap empat tersangka yang menyelundupkan 5.370 potong kayu olahan dengan volume 76,43 meter kubik dan 245 batang kayu log dengan volume 35,89 meter kubik. 

Keempat tersangka yang saat itu diamankan di perairan kawasan Alalak Banjarmasin kini sudah berstatus terpidana dan dihukum penjara selama satu tahun dua bulan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved