Liga 3 2022

Dilaporkan Persebaru Gegara Turunkan Pemain Tak Resmi, Begini Jawaban Persitam Tamban

Persebaru Banjarbaru melayangkan protes ke Asprov PSSI Kalsel karena Persitam telah menurunkan pemain yang tidak sah

Penulis: Noorhidayat | Editor: Hari Widodo
Khairil untuk Bpost
Manajer Persebaru Banjarbaru, Khairil Anwar menyerahkan surat protes ke Pengawas Pertandingan usai pertandingan Persebaru Banjarbaru vs Persitam Tamban. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Derbi pembuka Liga 3 Zona Kalsel 2022, yang mempertemukan Persebaru Banjarbaru vs Persitam Tamban dari Group A, di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalsel, Minggu (18/3/2022), Banjarbaru, Kalsel, diwarnai aksi protes.

Protes dilayangkan oleh pihak Persebaru Banjarbaru kepada Persitam Tamban, sekira dua menit pascapertandingan usai.

Persebaru Banjarbaru menyerahkan surat protes kepada pengawas pertandingan untuk selanjutnya diserahkan kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalsel.

"Iya benar, kami menyampaikan protes atas hasil pertandingan kemarin (Minggu), berdasarkan bukti yang kami dapatkan, Persitam Tamban telah menurunkan pemain yang tidak sah," ujar Manajer Persebaru Banjarbaru Khairil Anwar, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Liga 3 Zona Kalsel, Unggul 2-0 dari Peseban Banjarmasin, Owner Kotabaru FC Mengaku Belum Puas

Baca juga: Berlaga di Liga 3 Zona Kalsel, Persebaru Banjarbaru Diperkuat Seluruh Pemain Lokal

Baca juga: Liga 3 Zona Kalsel : Pilih Markas di Banjarbaru,  Persitam Tamban Beberkan Alasan Keamanan

Lebih lanjut Khairil menjelaskan, protes tersebut mengarah kepada pemain Persitam Tamban bernomor punggung 10.

Tercatat secara resmi di sistem PSSI pemilik no punggung 10 atas nama Muhammad Lutfi. 

Faktanya, pemain yang diturunkan memakai nomor punggung 10 bernama Muhammad Arya.  Bahkan ungkap Khairil, nama Muhammad Arya ternyata tidak ada terdaftar dalam sistem PSSI, diantara nama-nama pemain Persitam Tamban.

"Foto juga berbeda, di sistem sama pemain yang turun di lapangan jelas beda. Tanggal lahirnya pun berbeda," bebernya.

Tak hanya sampai disitu, rupanya usia Muhammad Arya tidak masuk regulasi yang sudah ditentukan.

"Dia kelahiran 2006, sementara regulasi membatasi usia pemain 2000-2004. Maka jelas, Persitam telah menurunkan pemain yang tidak sah," tekannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved