Ekonomi dan Bisnis

 DJP Kalselteng Sita 41 Aset 34 Penunggak PajaK, Ditaksir Senilai Rp 7,1 Miliar

Kanwil DJP Kalselteng melakukan penyitaan aset aset milik 34 penunggak pajak di Kalselteng. Total ada 41 aset senilai Rp 7,1 miliar yang disita

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Humas DJP Kalselteng
Petugas DJP Kalselteng melakukan penyitaan sebuah alat berat penunggak pajak di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Kanwil Direktorat Jenderal  Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) melakukan penyitaan aset secara serentak terhadap aset milik 34 Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Tercatat ada 41 aset yang disita dengan nilai total ditaksir mencapai Rp 7,1 Miliar.

Dalam rilis yang disampaikan, Senin (19/9/2022), pihak DJP menyatakan Objek sita terdiri atas 3 unit alat berat dengan nilai taksiran 2,4 miliar, 5 unit kendaraan dengan nilai taksiran Rp 862 juta.

Kemudian, 4 objek tanah dan/ atau bangunan dengan nilai taksiran Rp 890 juta, 26 saldo rekening 
bank senilai kurang lebih Rp 2,8 miliar, dan aset lainnya senilai 140 juta.

Baca juga: Papan Reklame di Sungai Andai Banjarmasin Dipasangi Stiker Menunggak Pajak Daerah

Baca juga: Pembayaran Pajak Bumi Bangunan di Banjarmasin Baru Mencapai Rp 19,7 Miliar

Penyitaan itu, dalam rangka melaksanakan salah satu fungsi Direktorat Jenderal  Pajak (DJP) sebagai institusi penghimpun penerimaan negara dari pajak, dari DJP Kalselteng yang membawahi 9 KPP Pratama dan 1 KPP Madya di Kalselteng. 

Kepala Kanwil DJP Kalselteng Tarmizi menyatakan bahwa kegiatan sita secara serentak atas piutang pajak merupakan salah satu tindakan penagihan aktif dalam rangka penegakan hukum di bidang 
perpajakan dan untuk memberikan efek jera (deterrent effect) terhadap para penunggak pajak.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak dan belum dilunasi, bahwa DJP memiliki hak untuk melakukan penyitaan, baik berupa aset barang bergerak maupun barang tidak bergerak,” ujar Tarmizi.

Secara lebih terperinci, KPP Pratama Palangkaraya melakukan penyitaan terhadap 1 unit alat 
berat hydraulic excavator dengan nilai 1,6 miliar.

KPP Pratama sampit menyita 1 kendaraan bermotor dan 1 rekening dengan total 101 juta. 

Selain itu, KPP Pratama Pangkalanbun dari 3 wajib pajak melakukan sita terhadap aset berupa 2 bidang tanah, 1 unit excavator dan 1 rekening dengan total perkiraan 640 Juta. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved