Ekonomi dan Bisnis

Penjualan Kompor Listrik Meningkat, Toko Elektronik di Banjarmasin Ini Laku 30 Unit Sebulan 

Penjualan kompor listrik di sebuah toko elektronik di Banjarmasin meningkat dari 10 unit perbulan menjadi 30 unit

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya
Penjualan Kompor Listrik di Toko MS Electronik Store Banjarmasin meningkat jadi 30 unit perbulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gencarnya promosi pemerintah bersama PT PLN (Persero) dalam memprogramkan konversi dari kompor gas menuju kompor listrik mulai berimbas terhadap meningkatnya penjualan Kompor  tersebut di Banjarmasin.

Kebijakan konversi kompor gas ke kompor listrik ini secara bertahap di Tahun 2022 dilaksananakan pemerintah dengan target konversi awal terhadap 300 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). 

Menurut Husai, seorang pegawai toko elektronik di MS Electronic Store, yang berada di Jalan Brig Jend Hasan Basri, Banjarmasin, di tokoknya mengalami kenaikan penjualan kompor listrik

Ia menyebut penjualan kompor listrik yang biasanya laku terjual sekira 10 unit, sekarang bisa laku terjual hingga 30 unit dalam waktu kisaran sebulan.

"Dalam waktu satu bulan terakhir ini penjualan kompor listrik memang meningkat," kata dia, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Siap Transisi Energi, Wali Kota Banjarbaru Bersama PLN Sosialisasikan Kompor Induksi

Baca juga: Gunakan Kompor Modena, Masak Ikan Patin Jadi Makin Sedap

Baca juga: Laksanakan Pilot Project di Surakarta, PLN Sukses Konversi 1.000 Kompor LPG ke Induksi

Husai menjelaskan, di tempatnya ada satu merek kompor listrik, yaitu Samono dengan tipe MS 01 dibandrol harga Rp 331 ribu, sedangkan tipe MS 04 Rp 618 ribu.

"Untuk wattnya sama dari 150 watt sampai 600 watt, tetapi untuk bahan berbeda, MS 04 berbahan stainless sedangkan satunya seperti berbahan plastik," jelasnya.

Menurut Husai, penjualan kompor listrik yang sering laku terjual dengan tipe MS 04.

"Karena bahanya tersebut stainless, dan orang pasti inginnya untuk jangka waktu yang lama," timpalnya.

Baca juga: PLN Siap Dukung Konversi LPG ke Kompor Induksi, Tekan Impor dan Hemat APBN

Kendati demikian, Fathul pengguna kompor listrik mengatakan, dirinya sudah lebih dulu menggunakan sebelum pemerintah gencar memasarkannya, karena dia menilai mudah menggunakan kompor listrik.

"Karena saya ngekos, dan ditempat kos tidak diperbolehkan memakai kompor gas, jadi lebih mudah dan nyaman menggunakan kompor listrik," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)


Foto :

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved