Berita Tanahbumbu

Resah Tanah Digarap Puluhan Tahun Diserobot Orang Lain, Warga Betung Tanbu Ngadu ke Kantor Bupati

Warga Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu mendatangi ke Kantor Bupati. Mereka mengadukan persoalan tanah garapan

Penulis: Man Hidayat | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Warga Betung Saat Mendatangi Kantor Bupati Tanbu dan Disambut petugas Satpol PP sebelum mediasi, Senin (19/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sejumlag warga Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ramai-ramai datang ke Kantor Bupati Tanbu.

Kedatangan warga Desa Betung ini untuk munutut keadilan persoalan tanah garapan yang puluhan tahun digarap diserobot orang lain.

Kedatangan warga Desa Betung ini disambut Asisten II Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Riduan, Senin (19/9/2022) siang. 

Fahrudin di antara warga yang mengaku lahannya digarap oleh seseorang bahkan sudah ditanami sawit. Padahal, itu adalah lahan mereka turun temurun dari orangtua. 

Baca juga: Siapkan Pengamanan Pemilu 2024, Polres Kotabaru Gelar Simulasi Sispam Kota

Baca juga: Pembangunan SUTT Selaru-Sebuku Geliatkan Investasi Daerah, HIPMI Kotabaru Apresiasi PT PLN UIP KLT

Padahal, tanah merupakan tanah garapan sejak ayah dulu. Hanya saja, tidak pernah diterbitkan segelnya.

"Sejak saya SD sudah digarap ayah saya dan sekarang malah diambil alihorang lain. Bahkan kita sudah menyampaikan itu tanah kami tetapi malah orang lain yang masih kerabat kepala desa, " katanya. 

Sementara itu, warga yang mewakilkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sipakatuo, Lamsakdir,  meminta untuk bisa bertemu Bupati Tanbu, dr HM Zairullah Azhar, namun sayangnya harapan mereka tak terwujud.

Dia mengatakan, kedatangan mereka ke sini untuk dapat bertemu bupati ihwal masalah lahan di Desa Betung, Kecamatan Kusan Hilir.

"Masyarakat Desa Betung sudah hampir 50 tahun menggarap tanah namun tidak pernah dibuatkan segel hak milik oleh Kades Desa Betung, Masrudin. Sebelumnya, masyarakat pernah melakukan mediasi dengan aparatur desa namun tidak menemukan kesepakatan, serta tidak ada titik temu yang jelas," terangnya. 

Menurutnya, sangat aneh jika tetangga yang lain bisa muncul atau terbit kepemilikannya, sedangkan untuk masyarakat Desa Betung tidak bisa terbit.  Bahkan, lahan malah digarap oleh oknum atau kerabat Kepala Desa Betung.

"Masyarakat pun ada sempat menerima intimidasi, serta pengancaman oleh oknum. Kepala desa tidak begitu menghiraukan warga makanya datang kesini agar ada solusi. Namun, usai bertemu dengan Asisten II dan Camat Kusan Hilir, masih belum ada hasil dan akan mediasi lagi, " katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Betung, Masrudin saat dihubungi via telepon mengaku tidak tahu warganya datang ke Kantor Bupati untuk mengadukannya terkait persoalan lahan yang ada di RT 1.

" Saya malah belum tahu. Tetapi kalau persoalan lahan, pihaknya tidak mengeluarkan dokumen sah kepemilikan lahan karena tidak bisa membuktikan legalitasnya yang hanya berdasarkan pengakuan saja, " katanya. 

Ia juga membantah bila ada intimidasi soal itu. Pihaknya, akan mengeluarkan dokumen sah bila ada bukti-buktinya. 

Terpisah, Camat Kusan Hilir, Arianto Sani, saat dikonfirmasi mengatakan persoalan tersebut sudah pernah mediasi dan sudah diukur ke lokasi. Namun, entah seperti apa, ternyata masih berbuntut panjang. 

"Sudah kita mediasi, ternyata masih begini padahal sudah turun mengukur. Harusnya juga, kades bisa mengatasi persoalan ini dan mengayomi masyarakat, dan apabila ada kesepakatan bisa dijalankan, " katanya.

Baca juga: Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru Kalsel Temukan Sabu Dalam Botol Shampo

Kendati demikian, pertemuan dengan Asisten II tersebut tidak ada hasil. Namun, pihaknya akan menggelar mediasi lagi dengan melibatkan banyak unsur agar persoalan ini bisa cepat selesai. 

"Dua atau tiga haru kedepan, kita akan ada pertemuan lagi di kecamatan dengan keterlibatan sejumlah pihak agar ini lebih jelas dan tidak berlarut-larut, " tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved