Kriminalitas Kalsel

Ancam Bunuh Korban, Guru Ngaji di Tapin Cabuli Anak Tetangga Berulang Kali

Unit Resmob Satreskrim Polres Tapin berhasil mengamankan MZ (25) seorang guru ngaji di Lokpaikat yang diduga mencabuli anak di bawah umur

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sane
Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser didampingi Kasat Reskrim, AKP Haris Wicaksono saat menginterogasi tersangka pencabulan anak di bawah Umur di kecamatan Lokpaikat, Tapin, Selasa (20/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  RANTAU - Unit Resmob Satreskrim Polres Tapin berhasil mengamankan MZ (25) tersangka tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin.

Penangkapan terhadap tersangka diungkap dalam Konferensi Pers di Pimpin Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser didampingi Wakapolres Tapin, Kompol Winda Adhiningrum dan Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono, Selasa, (20/09/2022).

Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser dalam konferensi pers mengatakan, tersangka MZ (25) sudah melakukan pencabulan terhadap korban sejak 2019 lalu hingga 2022.

"Tersangka menjalankan aksinya mencabuli korban yang berinisial AF (14) yang ingin melangsungkan pernikahan," jelasnya.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pencabulan Anak di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Ditangkap Polisi

Baca juga: Kasus Pencabulan Anak di Banjarmasin Terungkap karena Ini, Pelaku Sempat Ancam Bunuh Korban

Baca juga: Terpengaruh Miras, Oknum Mahasiswa di Banjarbaru Lakukan Pencabulan Anak, Ini Modusnya

AKBP Ernesto mengatakan, kasus pencabulan ini terungkap, karena korban menceritakan kejadian tersebut kepada pacarnya bahwa dirinya telah diperkosa tersangka dari 2019 hingga saat ini.

"Jadi, tersangka ini, menyetubuhi korban sejak berusia 12 tahun," jelasnya.

AKBP Ernesto mengatakan berdasarkan pengakuan korban kepada pacarnya, kemudian pacarnya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota kita (Reskrim) langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono mengatakan penangkapan dilakukan di tempat dimana tersangka bekerja sehari-hari.

"Tersangka ini menggeluti tiga pekerjaan yakni tukang cukur rambut, penyadap karet dan guru ngaji," jelasnya.

AKP Haris mengatakan jadi tersangka diamankan di tempat cukur rambut yang awalnya petugas berpura-pura ingin mencukur.

"Kita berpura-pura ingin mencukur rambut, tapi saat itu tersangka tidak ada di tempat hanya istrinya. Lalu sang istri pergi memanggil tersangka dan akhirnya kita tangkap," jelasnya. 

AKP Haris mengatakan bahwa pencabulan sendiri dilakukan tersangka kepada korban yang merupakan tetangganya sendiri di rumah korban.

"Aksi ini dilakukan pada saat korban sendirian di rumah dan diancam akan dibunuh jika tidak mau berhubungan suami-istri dan atau jika korban melapor kejadian ini," jelasnya.

Baca juga: Pencabulan di Kalsel, Ayah Bejat di Kotabaru Tiduri Anak Kandung Sejak Kelas 2 SD

Haris mengatakan korban ini selain merupakan tetangga dari tersangka juga merupakan santri dari istri tersangka yang juga berprofesi sebagai guru ngaji di desanya. 

"Tersangka sudah kita amankan bersama barang bukti berupa sebilah pisau yang sering dipakai tersangka untuk mengancam korban," jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 ayat 1 tentang undang - undang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved