KalselPedia

KalselPedia - Masjid Al Ma’shum di Barabai Kabupaten HST, Persinggahan Para Musafir

Kalselpedia. Masjid Al Ma’shum adalah salah satu masjid di Kota Barabai, Kabupaten HST, persinggahan musafir Kalsel-Kaltim.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Kalselpedia. Masjid Al Ma’shum di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (20/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kalselpedia. Masjid Al Ma’shum adalah salah satu masjid di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terletak di Jalan A Yani, Kelurahan Bukat, sering juga disebut Masjid Bawan, termasuk salah satu masjid besar.

Sering disinggahi para musafir atau orang dari luar daerah yang melakukan perjalanan antara Provnsi Kalsel dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Fasilitas di masjid tersebut terbilang lengkap. Mulai dari lingkungan di luarnya, terdapat halaman parkir cukup luas di halaman depan maupun belakang dan mampu menampung puluhan mobil.

Baca juga: Terjerat Kasus Sabu, Oknum Anggota Polres Tanbu Bakal Jalani Sidang Kode Etik Polri

Baca juga: BREAKING NEWS, Oknum Polisi di Tanbu Ikut Edarkan Sabu, Akhirnya Diciduk Satresnarkoba Polres Tanbu

DIbangun berlantai 2, masjid ini memiliki teras di sekelilingnya yang biasa digunakan musafir beristirahat. 

Juga, digunakan para anak-anak untuk belajar Al-Qur'an, serta para Jemaah pengajian dan majelis zikir jika bagian dalam masjid tak mampu menampung.

Masjid ini bukankan masid bersejarah. Dibangunn secara swadaya melalui donasi jemaah.

Kapasitas atau daya tamping bagian dalam masjid, menurut Syamsuni, Dewan Penasihat Pengurus Masjid Al Ma,shum, sekitar 700 orang. Jemaah biasanya tak tertampung kala salat Jumat, tarewih, Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca juga: Truk Tercebur ke Sungai Setelah Tabrak 1 Mobil dan Warung di Kabupaten Balangan Kalsel

Baca juga: Minibus Tabrak Tronton dan Motor Parkir di Pangambau Kabupaten HST Kalsel, Satu Orang Terluka

Jika jemaahnya membeludak, terpaksa menempati teras masjid.

Dengan luas bangunan sekitar 24x24 meter, awalnya Al M’shum hanyalah sebuah masjid kecil sederhana.

Pada 2007-2008, dilakukan rehab. Selain dana sumbangan jemaah, juga sumbangan orang yang peduli. Ada pula dari zakat dan infak masyarakat, serta pengalangan dana melalui penyebaran amplop ke rumah-rumah warga.

Setelah menjadi masjid yang besar dan cukup megah, fungsi dan penggunaannya pun menjadi lebih luas.

Baca juga: Kebakaran di Jalan Hidayah Kabupaten Tanah Bumbu, Api Diduga dari Press Tambal Ban

Baca juga: Banjir Rendam Karangrejo Tanahlaut Kalsel, Lima KK Terpaksa Ngungsi ke Masjid

Tak sekadar tempat salat, tapi juga tempat kajian dan kegiatan majelis zikir yang dilaksanakan tiap hari.

Jemaahnya pun tak hanya warga sekitar, tapi dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Barabai, Kabupaten HST.

“Karena terbuka 24 jam, masjid ini juga jadi tempat istirahat musafir. Bahkan seringa ada yang menginap,” imbuh Syamsuni. 

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved