Berita Tanahlaut

Bersih-bersih di Tanahlaut Sukses, WCD Diharapkan Jadi Gerakan Peduli Lingkungan

Puncak acara WCD di Kalsel telah sukses dilaksanakan di area wisata Pantai Batakan Baru di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Para pelajar SMPN 2 Panyipatan antusias memunguti sampah di Pantai Batakan Baru pada kegiatan peringatan World Cleanup Day 2022 yang dilaksanakan Pemprov Kalsel bekerjasama dengan Pemkab Tala._ 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Aksi bersih-bersih serentak di seluruh dunia, World Cleanup Day (WCD) 2022, kembali diselenggarakan tahun ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 15 hari hingga 25 September mendatang.

Diikuti ribuan titik aksi yang tersebar di berbagai negara yang melibatkan jutaan relawan, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Puncak acara WCD di Kalsel telah sukses dilaksanakan di area wisata Pantai Batakan Baru di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), pada Senin kemarin, yang dibuka oleh Asisten 1 Pemprov Kalsel Nurul Fajar Desira mewakili gubernur.

Baca juga: Maknai World Cleanup Day 2022, Pesisir Pantai Batakan Baru Kabupaten Tanahlaut Kembali Dihijaukan

Baca juga: Jalan Raya di Jorong Kabupaten Tanahlaut Juga Sempat Tergenang, Tengah Hari Telah Kering

Sekaligus dilakukan penanaman bibit pohon penghijauan di lokasi wisata setempat oleh jajaran pejabat teras Pemprov Kalsel, Pemkab Tala bersama Forkominda dan elemen lainnya.

"Bersih-bersih area Pantai Batakan Baru kemarin dihadiri lebih dari 500 orang relawan dari berbagai lembaga dan komunitas lingkungan di Kalimantan Selatan," ucap Yamadipati Eka Prasetya, leader WCD Kalsel, Rabu (21/9/2022).

Tokoh muda Tala yang juga Head Project Operation Nayaka Cyber Indonesia (organisasi lingkungan dan kehutanan) ini menuturkan aksi bersih-bersih tersebut juga dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel dengan ratusan titik aksi.

"Lokasi aksi terbanyak berada di Kabupaten Tanahlaut yang menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan setempat. Jumlah titik aksi seluruh sekolah SD dan SMP yang mencapai 139 titik aksi," papar Yamadipati.

Secara khusus ia mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan WCD Kalsel tersebut.

Mulai instansi pemerintah, swasta, sekolah adiwiyata dan komunitas lingkungan yang menginisiasi kegiatan WCD di daerahnya masing-masing.

"Dengan didukung banyak kementerian, instansi pemerintah dan swasta, diharapkan WCD dapat menjadi satu gerakan perubahan perilaku bersama untuk lebih peduli lingkungan" tandas Yamadipati.

Kepala DLH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana pun menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan didukung oleh semua pihak.

Permasalahan sampah dikatakannya menjadi tanggungjawab bersama.

Terpenting adalah mengubah perilaku agar lebih peduli lingkungan.

Baca juga: Ketua DPRD Kalsel Akhirnya Temui Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Curah Hujan Lebih Tinggi, Tapin Minim Karhutla, BPBD Sebut Pengaruh Musim

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved