Berita Tapin

Curah Hujan Lebih Tinggi, Tapin Minim Karhutla, BPBD Sebut Pengaruh Musim

BPBD Kabupaten Tapin hanya temukan lima titik kebakaran hutan dan lahan dengan lokasi yang sangat jauh dari permukiman.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Petugas gabungan saat melakukan apel siaga bencana kabut asap dan bencana alam di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tak seperti 2015 lalu, hingga saat ini 2022 bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tapin sangat minim.

Terbaru, BPBD Kabupaten Tapin hanya temukan lima titik terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan lokasi yang sangat jauh dari permukiman warga dan objek yang terbakar juga merupakan lahan non produktif atau semak belukar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Raniansyah, S. Sos melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, Sofyan mengatakan minimnya karhutla di Tapin pada tahun 2022 ini akibat pengaruh musim.

"Kondisi di Kabupaten Tapin tahun 2022 ini memang mengalami kemarau basah. Artinya jumlah curah hujan yang lebih tinggi di bulan tersebut dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: Desa Hiyung Tapin Dicanangkan Jadi Desa Cinta Statistik

Baca juga: Juni Hingga September 2022, Satreskrim Polres Tapin Kalsel Mengungkap 7 Kasus Pencabulan

Sofyan mengatakan selain itu tingkat kewaspadaan dari masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga sudah cukup tinggi.

"Selain faktor alam, kesadaran masyarakat.Kita juga mengapreseasi semua Satgas yang terlibat mencegah terjadinya karhutla hingga di tingkat desa," kayanya, Rabu (21/9/2022).

Ia juga mengatakan selain aparat desa dan relawan-relawan lainnya, pihak swasta juga sangat berperan aktif.

"Di beberapa perusahaan swasta yang kami kunjungi dan kami pantau, sudah memiliki satgas pencegahan karhutla masing-masing. Dan ini menurut kami sudah sangat baik," jelasnya.

Baca juga: Aksi Tolak Kenaikan BBM di Gedung DPRD Kalsel, Buruh Perempuan Bacakan Puisi Sindiran

Ia mengatakan, terlepas dari bencana karhutla, sebentar lagi akan memasuki puncak musim hujan.

"Puncak musim hujan di Kabupaten Tapin ini diprediksi akan terjadi pada Desember 2022 hingga Januari 2023," ungkapnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi, pada awal November 2022 ini akan dilaksanakan apel siaga bencana angin puting beliung, banjir dan tanah longsor.

( Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved