Berita HST

Dinkes Kabupaten HSTJanji Mencover Biaya Berobat Jika Relawan Kecelakaan Saat Padamkan Api

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) janji gratiskan biaya perawatan anggota pemadam kecelakaan saat pemadaman kebakaran.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Anggota Balakar 654 Murakata saat kegiatan sosialisasi dan simulasi pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas dan evakuasi korban di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (17/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyatakan bisa mencover biaya berobat relawan Balakar 654 Murakata.

Namun, fokus yang dibantu adalah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang mengalami kecelakaan saat melakukan pemadaman api di tempat kejadian di wilayah Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Artinya, tak termasuk untuk yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Untuk yang mengalami kecelakaan saat memadamkan api, sedapat mungkin kami berikan pelayanan gratis,” kata Plt Kepala Dinkes HST, Mursalin, menanggapi keluhan para relawan yang selama ini jika terjadi kecelakaan dalam melaksanakan tugas sosial tetap dikenakan biaya, baik oleh pihak puskesmas maupun pihak rumah sakit.

Baca juga: Fasilitasi Kesulitan Balakar 654 Murakata Dapatkan BBM di SPBU, DPRD HST Capai Kesepakatan ini

Baca juga: Korban Maafkan Pelaku, Kasus Pencurian Motor di HST Kalsel Diselesaikan Kekeluargaan

Baca juga: Ini Kebijakan Baru Pemerintah Arab Saudi Soal Penyelenggaran Umrah, Tak Ada Batasan Kuota

Sementara, para relawan kerjanya tak menerima gaji apapun dan murni mengemban misi sosial dan kemanusiaan.

 

Untuk itu, Sekretaris Bakalar 654 Murakata, Hernadi, juga meminta kebijakan Bupati HST. Selain menggratiskan biaya berobat di rumah sakit maupun di puskesmas, juga jika ada relawan mengalami kecelakaan lalu lintas saat di perjalanan terkait tugas.

Dia merujuk kebijakan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang menggratiskan biaya berobat relawan BPK yang pernah dirawat di RSUD H Hasan Basry di Kota Kandangan atas kebijakan Bupati setempat.

“Kami berharap Bupati HST melalui Sekda juga menyampaikan aspirasi ini,” pintanya.

Baca juga: Heboh Video Dua Pemuda Lakukan Hubungan Sesama Jenis, Diduga Mahasiswa di Banjarmasin  

Baca juga: Pencuri di Toko Diamankan di Polsek Liang Anggang Banjarbaru, Sudah 5 Kali Beraksi

Baca juga: Kabar Gembira, Pemerintah Akan Bagi Kompor Listrik Gratis Seharga Rp1,8 Juta, Ini Syaratnya

 

Dijelaskan Hernadi , 90 persen mobil yang digunakan BPK tanpa surat kelengkapan, sehingga perlu juga diberikan bantuan jaminan asuransi. Apalagi, pekerjaannya sangat berisiko tinggi.

Menanggapi hal itu, Sekda HST menyatakan berupaya mencarikan solusi dan menyampaikan hal tersebut kepada Bupati.

Direktur RSUD H Damanrhuri, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, SpB, mengatakan, secara umum, semua masyarakat Kabupaten HST sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.

Khususnya untuk kondisi nonkecelakaanlalu lintas, kata Nanda, masyarakat ber KTP HST yang mengalami luka-luka akibat penyelamatan baik kebakaran , penyelematan korban tenggelam, biasanya bisa dilayani dengan BPJS.

Baca juga: Asyik Bermain Judi Qiu-Qiu, 6 Pria di Kecamatan Simpangempat Tanbu Digerebek Polisi

Baca juga: 1.000 Ekstasi Asal Malaysia Gagal Masuk Kalsel, Polisi Amankan Pria 29 Tahun

Baca juga: Tarif Naik, Driver Ojol di Banjarmasin Keluhkan Sepinya Pelanggan

 

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada korban kecelakaan yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap saat rumahnya terbakar, bisa dijamin BPJS.

“Kalau untuk kecelakaan lalu lintas, bisanya dijamin asuransi kecelakaan, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Bisa juga dengan asuransi tambahan, seperti asuransi jiwa karena rawannya pekerjaan,” uraI Nanda. 

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved