Yayasan Adaro Bangun Negeri
Energi Terbarukan Jadikan Liyu Lebih Terang
Gamma Abdurrahman Thohir pasang penggunaan panel surya sebagai sumber listrik bagi warga Desa Lyu Kabupaten Balangan, Kalsel.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Masyarakat Adat Desa Liyu antusias menyambut kedatangan Gamma Abdurrahman Thohir ke Balai Adat Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (21/9/2022).
Gamma Abdurrahman Thohir merupakan pencetus dari proyek energi terbarukan pada sejumlah desa terpencil dengan masyarakat adat di Indonesia.
Kini, menjadikan Liyu sebagai salah satu lokasi pengembangan proyek energi terbarukan.
Ia memulai proyek ini pada 2015, saat berumur 15 tahun yang didorong oleh kesadaran tentang kesenjangan elektrifikasi pedesaan dengan perkotaan.
Energi terbarukan untuk masyarakat adat Indonesia adalah proyek yang diinisiasi dengan tujuan untuk mendorong pemenuhan energi listrik dari sumber terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.
Khususnya lagi, untuk masyarakat adat yang tinggal di area-area terpencil.
Lokasi proyek ini diawali di desa terpencil di Kasepuhan Ciptagelar yang terletak di lereng Gunung Halimun, Jawa Barat.
Dalam rangka memperluas akses listrik dan meningkatkan kesejahteraan, Gamma menginisiasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan kapasitas 40 kW.
Proyek ini telah menjadi kelahiran era baru yang memungkinkan masyarakat adat di Kasepuhan Ciptagelar untuk terhubung dengan seluruh dunia.
Dan, telah mendorong pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat setempat khususnya untuk 78 rumah tangga dan 338 orang di Kasepuhan Ciptagelar.
Dalam mengembangkan Proyek ini, Gamma meyakini bahwa modernitas yang timbul akibat akses listrik dapat diterima dengan baik oleh masyarakat adat, tanpa mengurangi nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang dijalankan sehari-hari.
Untuk memperkuat hal tersebut, Gamma membangun kemitraan dan komunikasi yang baik dengan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek.
Setelah merampungkan proyek di Ciptagelar, Gamma melanjutkan studi strata-1 di Pepperdine University, Los Angeles, Amerika Serikat.
Pada 2022, Gamma kembali ke Indonesia dan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.
Gamma berkunjung ke Desa Liyu di Kabupaten Balangan. Melihat pula, potensi yang dimiliki Desa Liyu dan pentingnya untuk mempercepat aksesibilitas listrik di desa ini khususnya untuk energi terbarukan.
Desa Liyu dihuni oleh masyarakat adat Dayak Deah dan terletak di kawasan geosite Geopark Meratus.
Kondisi alam Desa Liyu berpotensi untuk menjadi objek wisata dan keunikan budaya masyarakat adat Dayak Deah.
Selama empat tahun terakhir ini, potensi itu telah disajikan melalui festival budaya tahunan, Mesiwah Pare Gumboh (MPG).
Tradisi yang telah dikenal secara nasional sebut , tentunya perlu didukung dengan akses listrik yang memadai.
Untuk itu, Gamma kembali mendorong penyediaan listrik di desa ini dari sumber terbarukan, yaitu tenaga surya.
Pemasangannya di lokasi strategis desa, antara lain di Balai Desa dan dua lokasi wisata, yaitu Watu Badinding dan Lok Bahan.
Secara simbolis, Gamma menyerahkan panel surya kepada Kepala Desa Liyu, Sukri yang didampingi tokoh adat setempat.
Kemudian, Gamma juga melakukan monitoring proses pemindahan panel ke kawasan wisata dan memberikan informasi cara pemeliharaan panel surya kepada kepala desa.
Ia berharap, keberadaan panel surya di Desa Liyu dapat memberikan penerangan yang dibutuhkan oleh masyarakat adat disana.
"Kami ingin menjaga dan melestarikan desa adat di Indonesia dan Desa Liyu begitu menonjol adatnya. Sehingga sesuai dengan visi dan misi kami," tutup Gamma. (AOL/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Gamma-Abdurrahman-Thohir-menyerahkan-panel-surya-kepada-Kepala-Desa-Liyu.jpg)