Kriminalitas Banjarmasin

Narkoba Banjarmasin, Sidang Lanjutan Kurir Sabu 1,8 Kg, Terdakwa Minta Keringanan

Sidang lanjutan kurir sabu yang pelakunya masih mahsiswa kembali dilanjutkan, secara daring di pengadilan negeri (PN) Banjarmasin.

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/rifky soelaiman
Terdakwa, Dhio Ghozali Rachman tampak lesu saat menjalani sidang melalui lapas Banjarmasin secara daring. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang lanjutan tindak penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 1,8 kilogram dengan terdakwa Dhio Ghozali Rachman (22) kembali dilanjutkan, secara daring di pengadilan negeri (PN) Banjarmasin.

Sidang yang dilaksanakan pada Selasa (20/9/2022), berlangsung dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) atas surat tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) Romly Salijo, yang sebelumnya dilayangkan tuntutan 10 tahun penjara.

Sidang dengan nomor perkara 640/Pid.Sus/2022/PN Bjm berlangsung sekitar pukul 14.30 Wita dipimpin oleh Aris Bawono Langgeng selaku hakim ketua.

Penasehat hukum terdakwa, Aditya Putra Nugraha meminta kepada majelis hakim agar bisa memberikan keadilan kepada terdakwa dengan putusan yang seadil-adilnya.

Baca juga: Polsek Batibati Tala Ungkap Peredaran Narkoba, Tiga Gram Lebih Sabu Disita dari Tangan Tersangka

Baca juga: Narkoba Banjarmasin - Simpan Sabu dalam Kamar Antarkan Warga Rawasari ke Bui

Kemudian, penasehat hukum terdakwa menyampaikan inti dari pembelaannya agar majelis hakim bisa memberikan keringanan hukuman kepada Dhio, yakni dengan alasan terdakwa masih mengenyam bangku perkuliahan.

“Ia (terdakwa) sudah mengakui kesalahannya, dan sudah berjanji ke majelis hakim tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Semoga majelis hakim bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya dan dapat memberikan keringanan hukuman,” ujar Adit.

Dhio yang berada di Lapas Banjarmasin, tampak lesu dalam menjalani persidangan.

Baca juga: Nelayan Kalimantan Selatan Tetap Minta Nelayan Jateng Tak Masuk Perairan Kalsel Radius 30 Mil

Ia hanya berkata menyerahkan urusan persidangan dengan kuasa hukumnya.

Selesai pledoi dibacakan oleh penasehat hukum Dhio, jaksa penuntut umum (JPU) tetap pada tuntutannya.

Begitu pula dengan penasehat hukumnya, ia tetap pada pledoi yang dibacakan.

Sidang kemudian ditunda selama dua pekan dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 4 Oktober 2022 dengan agenda putusan majelis hakim.

( Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved