Berita banjarbaru

Rakorda Baznas se Kalsel, Baznas Dimandatkan Negara Kelola Zakat ASN

Inpres No. 3 Tahun 2011 bahwa BAZNAS dimandatkan negara untuk mengelola zakat ASN, pengelolaannya akan diserahkan seluruh ke pemerintah daerah

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Penandatanganan kerjasama BAZNAS Kalsel dengan Pemprov Kalsel terkait kesejahteraan sosial pada acara Rakorda BAZNAS se Kalimantan Selatan (Kalsel) di Ballroom Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Rabu (21/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Selatan (Kalsel)  menggelar harmonisasi pengelolaan zakat dalam rapat kordinasi daerah (Rakorda) BAZNAS se Kalimantan Selatan (Kalsel) di Ballroom Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Rabu (21/9/2022).

Rakorda yang dilaksanakan selama 3 hari ini 21-23 September 2022, akan lebih memfokuskan penguatan kelembagaan demi mendorong kesejahteraan mustahik melalui dana zakat, infak dan sadakah yang disalurlan masyarakat.

Dalam rakorda tampak pimpinan BAZNAS se Kalsel hadir. Selain itu perwakilan dari pemerintah daerah se Kalsel juga turut hadir. Begitu pula, perwakilan Kemendagri juga turut hadir.

Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan berkata Rakorda yang digelar Baznas Kalsel akan mengkonsolidasikan terkait penguatan kelembagaan yang di dalamnya juga ada penguatan pengumpulan.

Baca juga: UPZ Bakti Bersama Hasnur Group Resmi Beroperasi, Begini Harapan Ketua BAZNAS Kalsel

Baca juga: Dukung Program Keumatan, Shafwah Holidays dan BAZNAS Kalsel Bersinergi Galang Dana ZIS

"Dari Inpres No. 3 Tahun 2011 bahwa BAZNAS dimandatkan negara untuk mengelola zakat ASN, pengelolaannya akan diserahkan seluruh ke pemerintah daerah masing-masing," katanya.

Dilanjutkan Saidah, beberapa daerah sudah memberlakukan pemotongan gaji ASN untuk disalurkan melalui Baznas dengan sistem Payroll.

"Jadi teman-teman ASN yang sudah mencapai nisab akan dipotong langsung zakatnya 2,5 persen," bebernya.

Secara konstitusional kata saidah pengumpulan zakat ini legal yang akan dipergunakan untuk masyarakat.

"Dananya akan dipergunakan untuk menggulangi angka kemiskinan, di Kalsel kita punya data desa yang masuk angka kemiskinan yang ekstrim, angka stunting masih tinggi, zakat ini akan dipergunakan untuk menanggulanginya," tuturnya.

Dana zakat ini juga bisa dipergunakan untuk pemberian beasiswa, yang dipersiapkan untuk masuk di 10 perguruan tinggi negeri terbaik, pun untuk sekolah di luar negeri.

Masih kata Saidah dana zakat ini akan dipergunakan untuk generasi terbaik Kalsel kedepan dengan intervensi pendidikan.

Sementara Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar berkata potensi zakat di Kalsel sangatlah besar karena mayoritas muslim. Dapat meningkatkan kesejahteraan di Kalsel.

"Ini bisa digunakan membantu pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, peningkatan SDM, bedah rumah bahkan bantuan untuk usaha seperti program gerobak untuk memberdayakan ekonomi, karena regulasi, aturan dan mikanismenya jelas," katanya.

Terkait pemotingan gaji ASN untuk zakat, Roy membeberkan Pemprov Kalsel sedang menyiapkan semua regulasi.

Baca juga: Lakukan Kunjungan Silaturahmi, Baznas Kalsel Serahkan SK Perpanjangan UPZ Bank Kalsel

"Kita sedang siapkan regulasinya, semoga dalam waktu dekat bisa ditanda tangani pak gubernur, kemudian akan disosialisasikan kepada ASN dan langsung dilakukan pemotongan," bebernya.

Dituturkannya, ada 11 ribu ASN lingkup Pemprov Kalsel.

"Kalau secara keseluruhan ada 35 ribu dengan kabupaten/kota," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id / milna Sari)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved