Korupsi di Kalsel

Sidang Korupsi Dana Pilkada Banjar Hadirkan 3 Saksi, Terungkap Terdakwa Diduga Palsukan Tandatangan

Sidang dugaan korupsi dana PilkadaKabupaten Banjar hadirkan tiga saksi di Pengadilan Tipikor Banjarmasin

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/rifki sulaiman
Ketiga saksi kasus dugaan korupsi dana Pilkada Banjar diminta keterangan oleh Majelis Hakim Tipikor Banjarmasin, Rabu (21/9/2022). 

“Yang jelas nanti kita hadirkan saksi PPK nya dulu. Karena yang bertanda tangan tersebut adalah tanda tangan dari PPK,” tandasnya. 

Untuk mekanisme pencairan dana itu sendiri, ujar Wahyu memang memerlukan tanda tangan dari PPK dan juga dari Bendahara Bawaslu sendiri. 

“Maksud dari memanggil ketiga saksi itu adalah untuk memperdalam bagaimana sih terkait dengan mekanisme pencairan. Faktanya seperti apa,” jelasnya. 

Menurut Wahyu, keterangan dari ketiga saksi tersebut sudah cukup. 

“Kedepannya kami akan memperdalam lagi sesuai dengan dakwaan,” katanya.

Dari pantauan mengikuti jalannya persidangan, nampak tak ada sanggahan atau bantahan dari terdakwa sendiri. 

Saupiah juga tak keberatan dengan keterangan dari saksi, dan menurutnya sendiri sudah benar.

Baca juga: Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Desa, Kejari Balangan Tahan Mantan dan Kades Uren Balangan Kalsel

Saksi pada saat itu juga diminta maju oleh majelis hakim untuk melihat tanda tangan PPK yang tertulis di cek. Ditanyakan terkait pemalsuan tanda tangan PPK oleh Saupiah, namun tiga saksi tersebut tak mengetahui tanda tangan tersebut asli atau tidak. 

Untuk agenda sidang selanjutnya, pihak JPU akan mendatangkan lagi dua saksi, yakni dari PPK Kabupaten Banjar serta Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar.

Agenda sidang selanjutnya direncanakan pada pekan depan, yakni 28 September 2022 di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved