Berita Banjarmasin

Tarif Naik, Driver Ojol di Banjarmasin Keluhkan Sepinya Pelanggan

Para pelanggan go ride, go food kian menurun, yang biasa sehari bisa mendapatkan 5 pelanggan, sekarang cuma dapat 3 pelanggan.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/mia maulidya
Driver ojol merasa sepi pelanggan, setelah adanya kenaikan harga BBM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Driver ojol merasa sepi pelanggan, setelah adanya kenaikan harga BBM sekaligus kenaikan tarif ojol yang sudah mulai berlaku sejak sepekan yang lalu, Rabu (21/9/2022).

Tarif ojol telah tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Besaran kenaikan tarif ojol ini berkisaran 6 - 10 persen, dan kenaikan ini sudah berlaku sejak 11 September 2022 yang lain, pascakenaikan BBM.

Koan, seorang driver ojol mengakui dirinya memang mendukung tarif kenaikan harga ojol, pascakenaikan BBM subsidi.

Baca juga: Aksi Tolak Kenaikan BBM di Gedung DPRD Kalsel, Buruh Perempuan Bacakan Puisi Sindiran

Baca juga: Ojol di Banjarmasin Berharap Dapat Bansos dan Jalur Khusus BBM

Yang biasa ia gunakan Pertalite sebelumnya dibanderol Rp 7.650 sekarang menjadi Rp 10 ribu, tetapi menurut ia semenjak hal tersebut terjadi penurunan pendapatan yang signifikan.

"Para pelanggan go ride, go food kian menurun, yang biasa sehari bisa mendapatkan 5 pelanggan, sekarang cuma dapat 3 pelanggan dalam waktu sehari, biasa mulai menghidupkan aplikasi dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore," keluhnya.

Aditia juga mengeluhkan hal yang sama, pasalnya menurut dia yang biasa dalam waktu 2 jam sudah mendapatkan orderan pesanan, sekarang 1 pelanggan pun belum memperolehnya.

Baca juga: Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, Kapolres Tapin Minta Pemda hingga Tokoh Agama Turun Tangan

Baca juga: Bersih-bersih di Tanahlaut Sukses, WCD Diharapkan Jadi Gerakan Peduli Lingkungan

"Biasa 1-2 jam sudah ada dapat orderan, saat ini belum ada, sepi sekali, mungkin karena masyarakat lebih menggunakan motor pribadi," imbuhnya.

Dia menjelaskan kenaikan tarif berkisaran Rp 700 rupiah tapi potongan perusahaan mitra menurut dia sangat besar.

"Potongannya mencapai 20 persen," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved