Ekonomi dan Bisnis

Bahan Bakar Pertalite Cepat Habis Dirasakan Sejumlah Warga di Kota Banjarmasin

Sejumlah pemilik kendaraan di Kota Banjarmasin mengeluhkan bahan bakar pertalite cepat habis sehingga harus keluar uang lebih untuk beli lagi.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
ILUSTRASI - Suasana antrean kendaraan roda dua di SPBU Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (3/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warganet dan warga sekitaran Kota Banjarmasin mengeluhkan pemakaian Pertalite lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya.

Pemakaian Pertalite yang dirasakan cepat habis tidak hanya pengguna sepeda motor, tetapi turut dirasakan mobil.

Seperti yang dikeluhkan ojek online (ojol) Gojek, Rahman, sekarang Pertalite dirasa lebih cepat habis meskipun jarak yang ditempuh kendaraan tetap sama.

"Sekarang ini sejak harga Pertalite naik, malah jadi cepat habis. Biasa beli 1 liter sehari baru habis, saat ini malah satu setengah hari saja. Padahal yang ditempuh kurang lebih sama saja, sekitar 15 km," keluhnya, Kamis (22/9/2022). 

Baca juga: Harga Kayu Manis di Kabupaten HSS Kalsel Merosot, Hanya Rp 40 Ribu Per Kg

Baca juga: Tarif Beban Supaya Dievaluasi, PTAM Intan Banjar di Banjarbaru Tunggu Keputusan Pemegang Saham

Baca juga: Bahas Tarif Beban Air Bersih,  Ketua DPRD Banjarbaru Harapkan PTAM Intan Banjar Terapkan Tarif Lama

 

Tentunya faktor tersebut mempengaruhi pengeluaran Rahman,biasa satu hari cukup sekali pengisian, sekarang harus dua kali.

"Mana pendapatan ojol mulai sepi sejak kenaikan harga BBM, ditambah kualitas Pertalite yang saya rasakan malah cepat habis," timpalnya.

Hal senada disampaikan Roni, driver Gocar , yaitu pembelian Pertalite biasanya Rp 150 ribu cukup untuk dua hari. Sekarang, Rp 230 ribu sampai Rp 250 ribu dalam dua hari. 

"Padahal untuk penjemputan hanya seputaran dalam kota saja," ujarnya.

Baca juga: Ojek Online Kalsel Mulai Didata, Pemprov Kalsel Siapkan Dana Bansos BBM Rp 18 Miliar

Baca juga: Ekspor Perdana Kelapa Kalsel ke China, Pembeli Minta Kirimi 50 Kontainer Per Bulan

Baca juga: KPK OTT di Mahkamah Agung, Ali Fikri : Temukan Mata Uang Asing dalam Jumlah Besar

Kendati begitu, turut dirasakan sejumlah warganet dari laman instagram Ngertisaham, di satu postingan sejumlah warganet turun berkomentar.

"Iya sih, bukan soal harganya. Tapi yang biasanya 2 liter cukup untuk pergi pulang dan masih sisa,  sekarang pas pulang harus isi lagi," tulis akun instagram Karumakarumakaruma.

"Sama banget gw biasa isi full tank Rp 35 ribu bisa buat 5 hari, ini cuman 3 hari dengan rute yang sama. wkwk.. kacau bener. Mana sekarang full tank Rp 50 ribuan," tulis akun instagran sdanggoro.

( Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved