Ekonomi dan Bisnis

Begini Penjelasan SPBU dan Pertamina di Banjarmasin Terkait Isu Pemakaian Pertalite Cepat Habis

Petugas SPBU dan PT Pertamina Patra Niaga di Banjarmasin tegaskan standar pertalite tetap, tidak ada hubungan dengan pemakaian di motor cepat habis.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
ILUSTRASI - Petugas SPBU 64-70807 di Saranghalang, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, menginput nopol mobil yang aKAN diisi pertalite, Kamis (8/9/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah pengguna kendaraan bermotor yang dijumpai di Kota Banjarmasin, serta warganet, ramai mengeluhkan BBM bersubsidi Pertalite yang dianggap cepat habis.

Terkait dugaan pemakaian Pertalite yang dirasakan cepat habis atau lebih boros, pihak SPBU dan Pertamina memberikan penjelasan.

Disampaikan Tama, pengawas SPBU yang berada di Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, kualitas Pertalite sudah sesuai dengan tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) yang berlaku.

Akan tetapi jika sering gonta-ganti isi bahan bakar dengan angka oktan/cetane yang berbeda, hal ini yang tidak direkomendasikan dan juga bisa mempengaruhi keborosannya.

Baca juga: Bahan Bakar Pertalite Cepat Habis Dirasakan Sejumlah Warga di Kota Banjarmasin

Baca juga: Ojek Online Kalsel Mulai Didata, Pemprov Kalsel Siapkan Dana Bansos BBM Rp 18 Miliar

 

"Misal, seperti kendaraan NMAX terbaru, seharusnya diisi Pertamax. Tetapi para pengendara mengisinya Pertalite," kata dia, Kamis (22/9/2022).

Selain itu, menurutnya, apabila pengendara melakukan pengisian dengan bahan bakar, nanti Pertamax nanti ke Pertalite, bisa mempengahi kendaraan. "Itu bisa menyebabkan kerusakan pada bagian mesin," tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk masing-masing bahan bakar mempunyai oktanya. Kalau Pertalite dengan nilai oktan 90 sesuai untuk jenis mobil yang menggunakan mesin bensin dengan rasio kompresi 9 - 10:1.

Lalu, Pertamax memiliki nilai oktan minimal 92, lebih cocok untuk mobil-mobil modern dengan perbandingan kompresi 10-11 :1.

Baca juga: Tarif Beban Supaya Dievaluasi, PTAM Intan Banjar di Banjarbaru Tunggu Keputusan Pemegang Saham

Baca juga: Bahas Tarif Beban Air Bersih,  Ketua DPRD Banjarbaru Harapkan PTAM Intan Banjar Terapkan Tarif Lama

"Proses pembakaran bahan bakar Pertamax lebih sempurna karena bisa menjaga kualitas dari  kemurnian bahan bakar tersebut," imbuhnya.

Sedangkan Pertamax Turbo, lanjut  Tama, oktanya 98 khusus kebutuhan mesin mobil berteknologi tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved