Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Perdana Kelapa Kalsel ke China, Pembeli Minta Kirimi 50 Kontainer Per Bulan

Koperasi Alumni 81, bekerja sama dengan CV Impima ekspor perdana kelapa tua ke Hainan dan Haikou, China. Pembeli minta kirimi 50 kontainer per bulan.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERDAGANGAN KALSEL
Eskpor perdana kelapa dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Hainan dan Haikou, China. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komodiiti Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali merambah pasar internasional.

Kali ini adalah kelapa tua yang diekspor ke Hainan dan Haikou, China.

Ekspor dilakukan perusahaan berbasis koperasi, yakni Koperasi Alumni 81, bekerja sama dengan CV Impima selaku exportir.

Ketua koperasi, H Syahrani, Kamis (22/9/2022), melaporkan, ekspor perdana ini akan dikirim sebanyak tiga kontainer ukuran kecil.

Baca juga: Ikuti Pameran Kriyanusa 2022, Stan Dekranasda Kabupaten HSS Dikunjungi Ibu Negara

Baca juga: Kendalikan Inflasi dan Antisipasi Lonjakan Harga, Diskopukmperindag Tabalong Gelar Pasar Murah

Baca juga: Pertamina Gelar Pelatihan Manajemen Ekowisata Mangrove Rambai Center di Batola

Pihak eksportir meminta suplai untuk ekspor tersebut setiap bulannya antara 30 sampai dengan 50 kontainer. 

Kelapa dikumpulkan dari berbagai daerah di Kalsel dan juga Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Drs Birhasani, mengatakan, pemerintah provinsi sangat menyambut baik ekspor ini. 

"Kami sambut baik karena Kalsel bisa menambah pasar secara internasional. Pastinya, ekspor ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani," kata Birhasani. 

Baca juga: Layanan Teman Bus Banjarbakula di Banjarmasin Masih Beroperasi Secara Gratis

Baca juga: Begini Cara Pembuatan e-Money Teman Bus Trans Banjarbakula dan Biayanya

Baca juga: Bahas Tarif Beban Air Bersih,  Ketua DPRD Banjarbaru Harapkan PTAM Intan Banjar Terapkan Tarif Lama

Sembari berharap agar pemerintah kota dan kabupaten dengan jajaran SKPD terkaitnya supaya terus mengembangkan gerakan menanam kelapa dalam menjaga keberlanjutan suplai ke depannya. 

Dijelaskan Birhasani, guna menjaga ekpor ini berkesinambungan, tentunya perlu memelihara dan berupaya peningkatan kuantitas dan kualitas pohon kelapa yang sudah ada. 

Kepada kedua pelaku usaha, Birhasani juga mengingatkan akan pentingnya menjaga lima hal agar kerja sama ekspor ini berjalan baik dan kontinu serta saling menguntungkan kedua pihak.

Dirincinya, yaitu jaga kualitas produk, kuantitas, kontinuitas, jaga standar produk yang disepakati dan tentunya harga yang bersaing. 

Kelapa dari Kalsel dan Kalteng yang diekspor ke Hainan dan Haikou, China.
Kelapa dihimpun dari petani di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diekspor ke Hainan dan Haikou, China.

"Jika kelima hal tersebut menjadi kesepakatan dan komitmen bersama kedua pihak, maka kemitraan tersebut akan berkelanjutan dan masyarakat petani pun akan turut mengambil manfaatnya," kata dia. 

Dinas Perdaganga beserta Bea Cukai dan Balai Karantina Pertanian siap beri dukungan berupa keperluan dokumen, konsultasi dan lainnya guna keberlanjutan ekspor. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved