Ekonomi dan Bisnis

Harga Kayu Manis di Kabupaten HSS Kalsel Merosot, Hanya Rp 40 Ribu Per Kg

Harga kayu manis kering di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) hanya dikisaran Rp 40 ribu perkilogram

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Warga di Loksado Kabupaten HSS Provinsi Kalsel menjemur kayu manis yang saat ini harganya merosot, Kamis (22/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Disaat harga BBM naik, Harga kayu manis kering di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Provinsi Kalsel kini justru merosot. 

Padahal, pada Agustus lalu harganya mencapai Rp 53 ribu per kilogram.

Harga ini juga jauh merosot di saat pandemi yang mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu untuk kayu manis kering. 

Petani kayu manis di Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sukran menyebut, harga kayu manis saat ini hanya berada pada kisaran harga Rp 40 ribu per kilogram kering.

Baca juga: Harga Kayu Manis Kering di Loksado HSS Turun, Segini di Tingkat Pengepul

Baca juga: Khasiat Madu Dicampur Kayu Manis, Dapat Mengatasi Radang Sendi dan Hipertensi

Baca juga: Khasiat Madu Menghilangkan Bekas Jerawat, Ternyata Cukup Dioles dengan Campuran Kayu Manis

Harga ini kembali turun. Di saat bahan bakar naik harga komoditi pertanian semakin turun.  

Ia mengaku jika kayu manis yang dihasilkan dijual lagi ke pengepul yang ada di Desa Loksado. 

Harga Rp 49 ribu pun merupakan harga yang dibeli oleh pengepul.

Petani kayu manis tak hanya ia, disebutkannya jika hampir seluruh warga Haratai merupakan petani kayu manis

Bahkan, warga di sana memiliki perkebunan kayu manis.

Kayu manis sendiri ditanam selama lima hingga sepuluh tahun.

Ia berharap harga komoditi pertanian akan kembali naik. Apalagi, pekerjaan warga disana merupakan petani.  (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved