Kriminalitas Tabalong

Kedapatan Jual Gas Melon Lebihi HET, Pemilik Pangkalan Elpiji di Tabalong Jalani Proses Hukum

Pemilik pangkalan gas di Kecamatan Tanjung jalani proses hukum di Satreskrim Polres Tabalong diduga menjual gas melon melebihi HET

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
Barbuk dari RA alias Arif (54), warga Tanjung, Kabupaten Tabalon, pelaku yang diduga jual gas melon lebihi HET 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Ulah RA alias Arif (54), warga Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang diduga menjual gas elpiji 3 kilogram melebihi harga eceran tertinggi (HET), dibongkar kepolisian.

Pria yang diketahui merupakan milik sebuah pangkalan gas di Kecamatan Tanjung, Tabalong ini pun sekarang harus jalani proses hukum di Satreskrim Polres Tabalong.

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, melalui, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (22/9/2022), menyampaikan, pelaku

RA akan dijerat dengan pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 10 huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Baca juga: Pria Beristeri di Tabalong Tega Aniaya Perempuan karena Cemburu, Akui Korban sebagai Pacarnya

Baca juga: Rakit Mesin Pembuat Pakan Ikan Murah Kaya Protein, Babinsa Kodim 1008 Tabalong Sulap Limbah Pasar

"Saat ini pelaku RA tengah diperiksa di Polres Tabalong untuk proses hukum lebih lanjut," tegasnya.

Bersama pelaku, juga turut disita barang bukti berupa 28 buah tabung gas 3 kg dan uang tunai sejumlah Rp 690 ribu, yang diduga hasil penjualan gas melon tersebut.

Dijelaskannya, pelaku RA selaku pemilik pangkalan gas LPG diamankan petugas Satreskrim Polres Tabalong, Selasa (20/9/2022) malam

Pelaku diamankan karena sebagai pelaku usaha dalam menawarkan barang yang ditunjukan untuk diperdagangkan membuat pernyataan yang tidak benar mengenai harga atau tarif suatu barang berupa gas LPG 3 kg di HET.

Baca juga: Pencurian di Kalsel - Maling Resahkan Warga di Dua Desa di Tanahlaut, Puluhan Karung Gabah Raib

Ini terungkap dari adanya informasi masyarakat tentang ada pangkalan yang menjual gas 3 kg kepada pengecer dengan harga melebihi yang telah ditetapkan.

“Pelaku RA menjual kembali gas 3 kg tersebut seharga antara Rp 27 ribu hingga Rp28 ribuper tabung," ungkap Yudha.

Padahal, tegasnya, pangkalan gas berada pada tingkat paling akhir pendistribusian dan seharusnya penjualan dilakukan langsung kepada pengguna yaitu masyarakat kurang mampu dan UMKM, bukan dijual kepada pengecer dalam jumlah banyak untuk dijual kembali.

"Dengan dijualnya gas kepada pengecer dalam jumlah besar, stok di pangkalan menjadi langka sehingga masyarakat mau tidak mau harus membeli ke pengecer dengan harga lebih tinggi dan ini jelas sangat merugikan konsumen," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved