Berita Tabalong

Mampir ke Musala di Tabalong, Pria asal Kalteng Tiba-tiba Ambruk dan Meninggal Dunia

Seorang pria, ZN (53), warga Desa Melayu Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalteng, ditemukan meninggal dunia.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Polsek Pugaan
petugas lakukan olah TKP kejadian orang meninggal dunia di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG -Peristiwa menggegerkan terjadi di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seorang pria, ZN (53), warga Desa Melayu Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalteng, ditemukan meninggal dunia.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (22/9/2022), mengatakan, kejadiannya terjadi di satu musala di Desa Pugaan.

Waktu itu, Rabu (21/9/2022) petang mobil yang ditumpangi korban mampir di musala tersebut.

Baca juga: Kedapatan Jual Gas Melon Lebihi HET, Pemilik Pangkalan Elpiji di Tabalong Jalani Proses Hukum

Baca juga: Pria Beristri di Tabalong Tega Aniaya Perempuan karena Cemburu, Akui Korban sebagai Pacar

Mobil datang dari Muara Teweh, Kalteng.

Mobil berhenti ‎di musala itu karena korban ingin buang air kecil.

Bersama korban dari dalam mobil juga turun saksi SR dan US.

Saat masuk ke dalam toilet, tiba-tiba korban ZN tertunduk dan langsung didekati saksi SR dan US.

Kondisi korban saat itu sudah dalam keadaan sulit bernapas.

Baca juga: Membahayakan Murid, DPKP Banjarmasin Evakuasi Sarang Lebah di SD Negeri Telawang 1 Banjarmasin

Baca juga: Begini Cara Pembuatan e-Money Teman Bus Trans Banjarbakula dan Biayanya

Karena tidak bisa diangkat akhirnya korban ZN direbahkan di lantai depan toilet dan saat dilakukan ‎pengecekan tidak ditemukan lagi adanya denyut nadi serta denyut jantung korban.

"Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama, usai melakukan olah TKP kemudian menghubungi pihak keluarga yaitu istri korban, dan keputusan dari keluarga korban agar tidak perlu dilakukan pemeriksaan medis karena kepulangan korban memang sudah dalam keadaan sakit," jelas Yudha.

Sementara itu dari keterangan saksi, SR, yang merupakan rekan kerja korban, pada Rabu (21/9/2022) siang korban ZN mengeluh sakit dan minta diantar pulang ke rumahnya di Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Lalu, korban ZN dan saksi SR berangkat dari Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalteng dengan menggunakan mobil yang dikemudikan saksi US.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved