News Update

NEWS UPDATE Tokoh Adat Papua: Peluang Demokrat Menang Pilpres Hilang Jika Pecat Lukas Enembe

Tokoh adat Papua, Ramses Wally, sebut Partai Demokrat akan kalah pilpres jika pecat Lukas Enembe kadernya yang Gubernur Papua karena kasus di KPK.

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penetapan tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe lantaran diduga terlibat kasus suap dan gratifikasi, berbuntut panjang.

Kini, Partai Demokrat yang dinaungi oleh Lukas Enembe, turut disinggung.

Seorang kepala suku, menyebut, apabila Demokrat memecat Lukas, kesempatan partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono untuk maju Pilpres 2024 akan berakhir.

Ancaman itu diungkapkan tokoh adat Papua, Ramses Wally. Hal tersebut dikatakannya seusai melihat pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, terkait kasus Lukas Enembe, di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Dikatakan Ramses, sampai hari ini Partai Demokrat besar di Papua itu karena Lukas Enembe.

Maka dari itu, dia menilai dengan pernyataan yang dikeluarkan pengurus Demokrat di pusat bisa merugikan partai. Bahkan, peluang kemenangan pada 2024 akan hilang.

"Selama masa kepemimpinan Lukas Enembe di Papua, dia berhasil mempertahankan nama Partai Demokrat untuk tetap unggul sampai hari ini. Semua itu karena sosok Lukas Enembe. Maka itu, jika Demokrat Pusat mengatakan bakal melengserkan Lukas Enembe karena kasusnya, maka itu keliru dan peluang kemenangan pada 2024 akan hilang," jelasnya, dikutip dari Tribun-Papua.com.

Ia menambahkan, pernyataan Benny itu akan membuka peluang partai lain untuk merebut seluruh kekuasaan politik di Papua.

"Saya prediksi juga, dengan pernyataan yang ada, dapat membuka peluang untuk partai lainnya dalam merebut seluruh kekuasaan politik yang sudah dimiliki Partai Demokrat di Papua selama ini. Sebab saya yakin, saat ini seluruh partai besar di Papua sedang menunggu keputusan Partai Demokrat kepada Lukas Enembe," kata Ramses.

Sebelum membuat keputusan, menurutnya, Partai Demokrat Pusat harus lebih memberi ruang dan dukungan kepada Lukas Enembe yang juga sebagai kader.

Ia meminta agar pengurus Partai Demokrat di pusat meminta KPK untuk menghentikan penyelidikan ke Lukas.

Dengan begitu, Ramses menyebut, kasus yang menjerat Lukas bisa dilakukan melalui asas dan norma hukum yang sebenarnya.

Pasalnya, menurut Ramses, penetapan tersangka Lukas dilakukan KPK belum melalui proses pemeriksaan.

“Artinya, Partai Demokrat pusat harus meminta kepada KPK agar kasus Lukas Enembe harus dilakukan melalui asas dan norma hukum yang sebenarnya. Apabila benar bersalah, maka bisa langsung untuk membuat keputusan. Karena saat ini status Lukas Enembe jadi tersangka oleh KPK belum melalui proses pemeriksaan, tetapi secara tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, maka itu hal ini perlu dilihat," ujarnya. (Tribun-Video.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved