Kriminalitas Tabalong

Pria Beristri di Tabalong Tega Aniaya Perempuan karena Cemburu, Akui Korban sebagai Pacar

PR alias Putra alias Adi (30), warga Pembataan, Murung Pudak, Tabalong melakukan kekerasan kepada serang perempuan karena cemburu.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
vpelaku penganiayaan, PR alias Putra alias Adi (30), warga Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kasus penganiayaan dengan korban
perempuan, STS (24), warga Jelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini ditangani Polsek Murung Pudak.

Korban yang merupakan seorang karyawati ini diduga mendapat kekerasan dengan dipukul dan ditendang pelaku, PR alias Putra alias Adi (30), warga Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong.

Pelaku yang merupakan seorang sopir di perusahaan dan sudah beristeri ini mengaku aksinya itu dipicu karena cemburu dengan korban STS yang diakui sebagai pacarnya.

Akibat ulah teganya ini, pelaku PR alias Putra alias Adi telah diamankan Polsek Murung pudak yang dipimpin Kapolsek AKP Samsu Suargana, Rabu (21/9/2022) pagi, di satu rumah di kelurahan Belimbing, kecamatan Murung Pudak, Tabalong.

Baca juga: Rakit Mesin Pembuat Pakan Ikan Murah Kaya Protein, Babinsa Kodim 1008 Tabalong Sulap Limbah Pasar

Baca juga: ANBK Jenjang SMP Berlangsung, 60 Sekolah di Tabalong Ikut Melaksanakan

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (22/9/2022), menjelaskan, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUH Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

“Saat ini pelaku PR alias Putra alias Adi sudah diamankan di Polsek Murung Pudak untuk proses hukum lebih lanjut dan turut disita barang bukti berupa 1 lembar baju kerja lengan panjang warna krim dan 1 lembar rok panjang motif garis warna abu-abu," ujarnya.

Disampaikan Yudha, dugaan penganiayaan yanh dilakukan pelaku bermula, Selasa (20/9/2022) petang, ketika korban, STS, sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi bekerjanya menumpang armada bus karyawan.

Saat itu nenurut keterangan korban, pelaku PR menghubunginya untuk bertemu karena ada hal yang ingin dibicarakan dan menyuruh korban untuk turun dari bus di kawasan simpang 4 Tugu Obor Mabuun.

Korban menuruti perintah pelaku dan turun di kawasan simpang 4 Tugu Obor Mabuun.

Saat itu, pelaku datang menjemput menggunakan sepeda motor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved