Korupsi di Kalsel

Sidang di PN Tipikor Banjarmasin, Terdakwa Ristianti Setor Uang untuk Kurangi Kerugian Negara

Auditor BPKP Kalsel dihadirkan pada sidang korupsi Ristianti Annisa Fitria di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, sebut kerugian negara Rp 2,72 miliar.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Saksi ahli dari BPKP Kalsel dimintai keterangannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, yakni terkait kasus dengan terdakwa Ristianti Annisa Fitria, seorang yang diduga saat kejadian adalah oknum pegawai Pegadaian UPC Rantau, Kalimantan Selatan, Kamis (22/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara dugaan korupsi penyelewengan dana, digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (22/9/2022).

Terdakwanya adalah Ristianti Annisa Fitria , oknum yang saat kejadian sebagai pegawai PT Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Rantau di Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel.   

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro bersama dua Hakim Anggota, Ahmad Gawi dan Arief Winarno. 

Sedangkan terdakwa yang didampingi penasihat hukum, hadir secara virtual dari Rutan Kelas IIB Rantau di Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel. 

Satu saksi ahli adalah Auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel, yakni M Reza,  dihadirkan secara langsung oleh Jaksa Penuntut Umum dalam tahap pembuktian kali ini. 

Baca juga: Diduga Pengaruh Miras, Lima Perempuan di Tanbu Lakukan Pengeroyokan Gara-gara Rebutan Lelaki

Baca juga: Pria Beristri di Tabalong Tega Aniaya Perempuan karena Cemburu, Akui Korban sebagai Pacar

Dari keterangan saksi ahli, diperhitungkan nilai kerugian yang timbul dari dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa Ristianti sebesar Rp 2,72 miliar. 

Jumlah ini sedikit berbeda dibanding nilai kerugian yang disampaikan oleh tim audit internal PT Pegadaian yang mencapai Rp 2,8 miliar. 

Dipaparkan saksi ahli, selisih tersebut timbul karena perbedaan metode penghitungan atas subjek penyebab timbulnya kerugian yakni penyelewengan dana pada produk Kredit Cepat Aman (KCA) di UPC Pegadaian Rantau. 

Pihak BPKP, kata saksi ahli dalam sidang di PN Tipikor Banjarmasin, tidak memperhitungkan bunga pinjaman sebagai bentuk kerugian negara. Sedangkan tim audit Pegadaian memuat komponen bunga sebagai kerugian. 

Saksi ahli juga membenarkan, terdakwa pernah menyetorkan uang senilai Rp 460 juta lebih yang dimaksudkan terdakwa sebagai pengurang kerugian negara. 

Baca juga: Pencurian Gabah di Tungkaran Tanahlaut, Polsek Pelaihari Tegaskan Masih Lakukan Pendalaman

Baca juga: Pencurian di Pabrik Penggilingan Padi di Tanahlaut, Semua Gabah yang Raib Milik Warga Panjaratan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved