Berita Banjarbaru

Tarif Beban Supaya Dievaluasi, PTAM Intan Banjar di Banjarbaru Tunggu Keputusan Pemegang Saham

Manajemen PT Air Minum Intan Banjar akan tetap naikkan tarif, meski didesak Pemko Banjarbaru, DPRD Banjarbaru hingga firma hukum supaya dievaluasi.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Kantor PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Upaya agar penyesuainan tarif beban tetap air bersih oleh PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar dilakukan evaluasi, telah dilakukan sejumlah pihak.

Pihak-pihak yang meminta PTAM Intan Banjar melakukan evaluasi, mulai dari para pelanggannya sendiri, Pemko Banjarbaru, DPRD Banjarbaru, hingga firma hukum.

Menyikapi hal tersebut, PTAM Intan Banjar mengaku masih belum bisa mengambil keputusan.

"Kami sebagai operator hanya bisa mengikuti arahan dari para pemilik saham. Saat ini, masih belum ada keputusannya," kata Kabag SDM PT Intan Banjar, Ermina Zainah, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Bahas Tarif Beban Air Bersih,  Ketua DPRD Banjarbaru Harapkan PTAM Intan Banjar Terapkan Tarif Lama

Baca juga: Pameran Rakernas Deskranas 2022, Kalsel Tampilkan Produk UMKM Sasirangan hingga Tas Purun 

Baca juga: Ikuti Pameran Kriyanusa 2022, Stan Dekranasda Kabupaten HSS Dikunjungi Ibu Negara

Meski begitu, pihaknya dengan berat harus memutuskan untuk menaikkan tarif.

Dalih perusaahaan, karena saat ini biaya operasional sudah cukup tinggi.

"10 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk tidak menaikkan tarif air bersih," ujar Ermina Zainah.

Kendati demikian, dijelaskannya bahwa kenaikkan tarif diputuskan melalui proses perhitungan yang sangat hati-hati dan matang. 

Baca juga: Begini Cara Pembuatan e-Money Teman Bus Trans Banjarbakula dan Biayanya

Baca juga: Layanan Teman Bus Banjarbakula di Banjarmasin Masih Beroperasi Secara Gratis

Baca juga: Ekspor Perdana Kelapa Kalsel ke China, Pembeli Minta Kirimi 50 Kontainer Per Bulan

 

"Jadi, perbandingan tarif lama dan tarif baru, tidak terlalu jauh," imbuhnya.

Kemudian, dia mencontohkan pada tarif lama pelanggan dengan golongan RT A3 pemasangan 10 meter kubik dengan total tagihan Rp 54.600, ditambah biaya beban tetap Rp 20 ribu, sehingga total Rp 74.600. 

Sedangkan tarif sekarang, pelanggan dengan kelompok II (RT A3) pemakaian 10 meter kubik atau di bawah standar kebutuhan pokok per bulan, dikenakan Rp 90 ribu per bulan. Selisih tarif lama dengan tarif baru Rp 15.400

Sedangkan bagi pelanggan yang menggunakan di atas standar kebutuhan pokok atau 10 meter kubik, maka hanya diperhitungkan tarif pemakaian saja.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved