Berita HST

Siswa SMPIT Belajar Budidaya Ulat Magot di Bak Sampah Induk Dinas LHP HST

Siswa SMPIT Al Khair Barabai mengunjungi peternakan ulat maggot Dinas LHP HST untuk memelajari prosesnya dan diterapkan di sekolah.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kunjungan siswa-siswi SMP IT Al Khair Barabai ke bank sampah induk BSF tempat dibudidayakannya ulat maggot, Jumat (23/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejumlah siswa SMPIT Al Khair Barabai mengunjungi peternakan ulat maggot milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (23/9/2022).

Kunjungan ke penangkaran ulat maggot di Bank Sampah Induk Black Soldier Fly jalan Hevea Barabai tersebut didampingi tiga guru pendamping.

Para siswa diterima Kabid Pengelolaan Sampah Fadillah serta petugas dari pasukan oranye atau petugas kebersihan yang selama ini mengelola budidaya ulat maggot tersebut.

Di sana mereka mendapat penjelasan langsung, bagaimana proses beternak maggot, hingga menghasilkan ulat siap panen serta apa saja manfaat maggot bagi kehidupan.

Baca juga: Peringatan HUT TNI ke-77 di Kabupaten HST akan Dimeriahkan dengan Music Festival Meratus Fest

Baca juga: Ban Bekas di Perempatan Jalan Keramat Barabai Disorot, Warga Usul Pemkab HST Bikin Bundaran

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Fadillah menjelaskan, maggot yang selama ini dibudidayakan dimanfaatkan Dinas LHP untuk budidaya ikan nila dan lele.

Selain itu untuk memproduksi kompos, karena dengan ulat jenis tersebut mempercepat proses penguraian sampah organik.

Dijelaskan pula, proses budidaya maggot hanya memerlukan sampah organik seperti sisa sayuran yang membusuk, sisa nasi di warung-warung dan sisa makanan yang dibuang lainnya.

Sementara, Kepala SMPIT Al Khair Barabai, Norliani mengatakan, kegiatan ini merupakan Proyek Pelajar Pancasila dimana siswa melihat langsung objek yang ingin dipelajari untuk kemudian diterapkan di sekolah.

Baca juga: Harga BBM Naik, Petani di Kalsel Merasa Semakin Tercekik

Baca juga: Satu Lagi Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi PT Kodja Bahari Diserahkan ke Penuntut Umum

"Mengapa memilih budidaya maggot ini, karena di sekolah kami ada kantin sekolah menghasilkan sampah organik yang ingin kami manfaatkan maksimal," kata Norliani.

Dijelaskan, siswa yang diajak berkunjung hanya perwakilan duta Adiwiyata dimana merekalah nanti yang menyosialisasikan dan menyampaikan hasil kunjungan ke teman-teman lainnya.

Norliani pun menyampaikan terimakasih kepada Dinas LHP HST yang memberikan kesempatan kepada para siswa mempelajari proses berternak ulat maggot.

Kegiatan tersebut juga dihadiri pengawas SMP dari Disdik HST Anton Nortasiah Rahmi.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved