Fikrah

Tiga Tuntutan Rabbul Alamin

Al Falah ini diserukan lima kali dalam sehari semalam di dalam azan dan lima kali pula di dalam iqamah

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEWAKTU aku masih kecil, aku masih duduk di Sekolah Tsanawiyah Pondok Pesantren Rakha Amuntai. Aku suka mendengarkan ceramah para ulama dan ceramah itu kucatat. Ada seorang ulama yang bernama Hamda, ia berceramah bahwa ada tiga tuntutan rabbul alamin kepada kita umat Islam.

Sebagaimana kita ketahui kata beliau bahwa Al Falah atau kemenangan adalah tujuan agama Islam. Al Falah ini diserukan lima kali dalam sehari semalam di dalam azan dan lima kali pula di dalam iqamah, pada mulanya islam masih baru. Setelah perintah salat ditentukan, Rasulullah kesulitan memberi tahu datangnya waktu salat. Waktu itu wahyu tidak turun. Tetapi pada suatu hari, seorang sahabat datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai rasul bagaimana kalu datang waktu salat kita bunyikan lonceng.” Rasul menjawab, “Kalau kita bunyikan lonceng, kita sama dengan orang nasrani.”

Lalu ada lagi yang berkata, “Bagaimana kalau kita nyalakan api unggun.” Rasul menjawab, “Kalau datang waktu salat dan kita nyalakan api unggun, kita akan sama dengan orang majusi.” Pada suatu malam seorang sahabat bermimpi didatangi seorang laki-laki berbaju putih dan mengajarkan lafaz-lafaz azan seperti sekarang ini. Lalu Rasulullah berkata, “Ini adalah mimpi yang benar.”

Lafaz-lafaz tersebut adalah dimulai dengan takbir Allahuakbar dua kali, lalu dikumandangkan dua kalimat syahadat masing masing dua kali, kemudian seruan hayya alassholah dan hayya alal falah. Artinya marilah kita salat marilah kita merebut kemenangan. Kemudian ditutup dengan kalimat tauhid. Para pendengar supaya menyahut dengan mengatakan kalimat yang sama, namun pada kalimat hayya alassholah dan hayya alal falah disahut dengan lahaula walaquwwata illa billah, kalimat azan kemudian ditutup dengan kalimat tauhid.

Mulai sejak itu, apabila datang waktu salat maka disuruhlah seseorang untuk mengumandangkan kalimat-kalimat tersebut, para pendengar menyahut dengan kalimat yang sama, kemudian berdo’a “Allahumma rabba hazihidda watittamah washolatilqaimah ati sayyidana muhammadan shalaullahualaihi wasilatawal fadillah wabaashul maqaman mahmuda alladzi waaddah innaka latuqriful mi’ad.” Artinya Ya Allah anugrahkanlah kedudukan yang tinggi kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang engkau janjikan.”

Di dalam surah Al A’la diterangkan melalui lidah Nabi Ibrahim AS bahwa orang yang beruntung itu adalah “Qadaflaha mantazzaka wazakarasma rabbihi fasalla.” Jadi orang yang beruntung itu dapat kita mengerti lewat ayat ini adalah pertama tazakka, artinya membersihkan diri dari kemusyrikan, kedua zakarasmarabbi yang artinya menyebut nama Tuhannya dengan berzikir, berselawat dan membaca Al-Qur’an serta beristighfar.

Demikianlah sejak itu azan berkumandang atau dikumandangkan apabila waktu salat tiba di waktu subuh ditambah dengan peringatan seruan Assalatu hairun minan naum. Artinya salat itu lebih baik dari pada tidur. Para pendengar menyahutnya dengan sadakta wabarirta wa’ana ala zalika mina syahidin. Artinya engkau benar, engkau betul, aku menjadi saksi atas yang demikian itu.

Itulah dia tuntutan dan tuntunan rabbul alamin Tuhan pencipta alam semesta kepada kita umat yang diciptakannya. Dalam keseharian, Nabi Ibrahim AS ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di langit yang ketujuh berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya muhammad abliq ummataka miniyassalam wa aqbirhum annal jannata tayyibatuturbah wa ajbatul ma’ wagirasuha subhanullah (Tasbih) Walhamdulillah (Tahmid) Walaila hailaullah (Tahlil) Wala haula walakuwwata illa billah.” Bacalah olehmu sehingga tumbuhlah satu tanaman surga yang disediakan oleh Allah kepada ahli surga masing-masing seluas langit dan bumi, oleh karena itu bila kita baca tasbih-tasbih itu akan tumbuhlah satu tanaman surga.

Selain dari pada itu Nabi Ibrahim AS membaca sebanyak 1.000 kali yaitu pada hari Jumat ungkapan Ya Allah. Pada hari sabtu ungkapan Lailahailaullah, pada hari minggu ungkapan ya hayyu ya qayyum birahmatika astagisu Artinya Wahai yang maha hidup dan maha berdiri sendiri dengan rahmat mu aku mohon pertolongan. Pada hari senin la haula wala quwwata illa billah, pada hari selasa Allahumma salli ala muhammad, pada hari rabu astaghfirullah, pada hari kamis subhanaullah wabihandih subhanaullah hilazim astaghfirullah. Demikian untuk menjadi perbendaharaan zikir kita pada setiap hari. Ketahuilah dengan mengingat Allah-lah tentramnya hati hati manusia. Wallahualam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved